Cerita Nadiem Makarim Bikin Pidato Hari Guru: Ketakutan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nadiem Makarim dalam rapat dengan pejabat di Kemendikbud, 5 November 2019. (kemdikbud.go.id)

    Nadiem Makarim dalam rapat dengan pejabat di Kemendikbud, 5 November 2019. (kemdikbud.go.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengaku ketakutan ketika membuat pidato peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November 2019 lalu.

    "Waktu saya tulis pidato itu, terus terang saya ketakutan," kata Nadiem dalam Konferensi Pendidikan Indonesia di Gedung Kemendikbud, Jakarta pada Sabtu, 30 November 2019.

    Nadiem mengatakan, ketakutannya itu berasal dari kewajibannya mengungkapkan opini personal hang belum tentu bisa memberikan keadilan pada hal yang disampaikannya.

    "Karena bayangin. Saya harus menyebut suatu opini personal. Tapi sebagai Mendikbud, tanpa kepastian, apakah saya bisa membenarkan ketidakadilan itu. Bayangkan," katanya.

    Mantan Bos Go-Jek itu bercerita, dalam proses penulisan pidato, dia mesti menaruh dirinya di luar itu semua, dan menentukan hal-hal yang salah dan tak adil di dunia pendidikan Indonesia.

    "Jadi, harus bisa menaruh diri saya sendiri di luar itu, dengan bilang bahwa ini yang salah, ini yang enggak adil. Saya enggak tahu gimana dulu cara benerinnya. Tapi punya keyakinan bahwa itu tanggung jawab kita bersama," ujar Menteri termuda Kabinet Indonesia Kerja itu.

    Sebelumnya, salinan pidato Mendikbud Nadiem Makarim viral di media sosial beberapa hari sebelum perayaan Hari Guru Nasional. Pidato itu berisi penjabaran Nadiem akan hambatan dan tantangan yang dihadapi guru di Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.