Gus Sholah Setuju Pilkada Kabupaten dan Kota Oleh DPRD

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi TPS Pilkada. Dok TEMPO

    Ilustrasi TPS Pilkada. Dok TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, menolak pemilihan presiden kembali ke Majelis Permusyaratan Rakyat. Tapi ia mengusulkan agar pemilihan tidak langsung berlaku untuk bupati dan wali kota.

    "Cuma saya setuju pemilihan oleh DPRD itu dilakukan untuk tingkat kabupaten dan kota," kata Gus Sholah di rumahnya di Jalan Bangka Raya, Jakarta, Sabtu, 30 November 2019.

    Menurut Gus Sholah, Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Kabupaten dan Wali Kota itu justru menghabiskan banyak uang. Selain itu, ia juga lebih setuju jika otonomi daerah hanya berlaku untuk provinsi, bukan kabupaten dan kota. Pasalnya, ia melihat gubernur saat ini tak punya kendali terhadap bupati dan wali kota. "Padahal mereka seharusnya punya kendali," ujarnya.

    Adik Presiden keempat Abdurrahman Wahid ini menilai, jika presiden dipilih MPR, maka hanya akan melahirkan pemimpin oligarki dan menutup kesempatan bagi sosok-sosok berprestasi untuk menjadi presiden.

    "Kalau pemilihan melalui DPR, tidak ada Jokowi, tidak ada Ahok, tidak ada Anies Baswedan, tidak ada Ridwan Kamil, tidak ada orang-orang yang bagus, jadi yang muncul adalah oligarki," kata dia.

    Selain itu, Gus Sholah juga mengusulkan agar meniadakan ambang batas pencalonan presiden. Sehingga, semua partai yang ada di DPR bisa mengajukan calon masing-masing. Sebab, dengan adanya ambang batas, ongkos politik justru akan semakin mahal karena bakal calon presiden itu harus membayar kepada partai untuk mendukungnya.

    "Tapi kalau itu (ambang batas pencalonan presiden) diturunkan, rasanya pasar bebas kan, kalaupun ada mahar, ga semahal sekarang," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.