Mahfud Md Berdialog dengan Tokoh Papua, Soal Otsus sampai Adat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkopolhukam Mahfud MD saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Menkopolhukam Mahfud MD saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Papua - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md berdialog dengan beberapa tokoh Papua di Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Sabtu, 30 November 2019.

    Para tokoh Papua itu, antara lain Ketua Nahdlatul Ulama Papua Tony Wanggai, Sekretaris Jenderal Barisan Merah Putih Papua Yonas Nussy, tokoh pegunungan Briyur Wenda, tokoh perempuan Dorince Mehue, Simon Kossay, dan Markus Giay.

    Dalam acara tersebut para tokoh ini membawa sejumlah persoalan seperti implementasi otonomi khusus yang tidak maksimal, pengakuan masyarakat adat, pendidikan Pancasila, dan lain-lain.

    "Otsus kurang lebih 18 tahun, tetapi UU ini tidak dilengkapi dengan aturan pemerintah, sehingga banyak multi tafsir dan tidak maksimal," kata Yonas, Sabtu, 30 November 2019.

    Dorince Mehue, salah satu anggota Majelis Rakyat Papua (MRP), mengatakan bahwa lembaga kultural adat tersebut tidak maksimal berjalan karena ada sejumlah kebijakan yang bertentangan. "Saya juga minta ada pengakuan dan penghormatan untuk adat, juga harus ada semacam Balai Kartini di Papua untuk mama-mama Papua," kata Dorince.

    Menanggapi hal itu, Mahfud Md mengakui bahwa UU Otsus memang tidak didukung oleh sejumlah aturan di bawahnya. "Seperti PP belum ada, kadangkala bertentangan dengan UU lain, sehingga tidak maksimal, ini akan kami evaluasi. Saran dan masukan kita tampung," katanya. "Tapi sekarang begini, pemerintah sedang menghilangkan kebijakan yang tumpang tindih. Hal ini terus dibenahi oleh pemerintahan masa kini."



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.