Wamenhan Minta Industri Pertahanan Produksi Alutsista Mumpuni

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit Korps Marinir TNI AL dengan alutsista kendaraan tempur amfibi BMP-3F mengikuti defile saat Upacara Perayaan HUT Ke-74 TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu, 5 Oktober 2019. ANTARA

    Prajurit Korps Marinir TNI AL dengan alutsista kendaraan tempur amfibi BMP-3F mengikuti defile saat Upacara Perayaan HUT Ke-74 TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu, 5 Oktober 2019. ANTARA

    TEMPO.COJakarta - Kementerian Pertahanan mengatakan meminta industri lokal untuk memproduksi alat utama sistem senjata atau alutsista pertahanan yang mumpuni.

    "Jadi, kesimpulannya harus diberikan kesempatan. Kalau tahun pertama dikasih kesempatan dia belum berhasil, tahun kedua mesti berhasil. Tahun kedua berhasil tapi kurang jago ya tahun ketiga mesti," kata Sakti Wahyu Trenggono, wakil menteri Pertahanan di Restoran Seribu Rasa, Jakarta Pusat pada Jumat, 29 November 2019. 

    Trenggono mengakui saat ini industri pertahanan terabaikan. Padahal, UU Nomor 16 tahun 2012 mengatakan produksi alutsista khusus tidak boleh diberikan kepada swasta. Produksinya harus dipegang oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). "UU mengatakan begitu," ujar dia.

    Maka itu, Trenggono meminta industri pertahanan yang sudah diberi kesempatan untuk memaksimalkan kesempatan memproduksi alutsista terbaik. 

    Trenggono mengatakan pemahaman soal industri pertahanan sendiri harus dikoreksi. Ia menekankan, ada sejumlah kompomen alutsista yang harus ditangani khusus oleh negara.

    "Dalam hal ini bisa saja BUMN. Tetapi treatmentnya dia bukan sebagai korporasi murni yang didasarkan pada keuntungan. Tapi, betul-betul dia memang untuk riset, kepentingannya dia untuk kepentingan inhan kita," ujar dia. 

    Proses produksi atau proses pembuatan alutsista membutuhkan banyak komponen atau bahan baku. Untuk memperoleh itu, maka diperlukan kerja sama dengan swasta. "Ini ke depan akan seperti itu," ujar Trenggono.

    ANDITA RAHMA

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.