Wamenhan Ingin Konsep Bela Negara Lebih Milenial

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono di Restoran Seribu Rasa, Jakarta Pusat, pada Jumat, 29 November 2019. TEMPO/Andita Rahma

    Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono di Restoran Seribu Rasa, Jakarta Pusat, pada Jumat, 29 November 2019. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono tengah mengkaji konsep program bela negara yang bisa menarik minat anak-anak muda atau sering dikenal dengan istilah generasi milenial.

    "Kemudian bela negara ke depan bagaimana? Bela negara yg sangat disukai milenial. Tim saya masih melakukan kajian soal itu," ujar Trenggono di Restoran Seribu Rasa, Jakarta Pusat pada Jumat, 29 November 2019.

    Sebab, Trenggono melihat, anak-anak muda belum tertarik dengan konsep bela negara yang ada saat ini. Selama ini, konsep bela negara hanya dengan melalui televisi sehingga menjadi tak menarik.

    Bahkan, Wahyu Trenggono menganggap anggaran untuk program bela negara masih terlalu kecil. "Saya begitu masuk diceritakan soal bela negara, itu anggarannya kecil. Gimana caranya bela negara? Diceritakan, bikin konten, televisi, terus bikin apa dan seterusnya. Saya bilang ini enggak milenial ini," kata dia.

    Kendati demikian, Trenggono enggan menjelaskan secara detail ihwal besaran anggaran program bela negara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?