Kubu Bamsoet Tempuh Upaya Hukum jika Munas Golkar Langgar Aturan

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR Bambang Soesatyo tiba di Kediaman Prabowo Subianto untuk menggelar pertemuan bersama Pimpinan MPR di, Kertanegara IV, Jakarta, Jumat, 11 Oktober 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua MPR Bambang Soesatyo tiba di Kediaman Prabowo Subianto untuk menggelar pertemuan bersama Pimpinan MPR di, Kertanegara IV, Jakarta, Jumat, 11 Oktober 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta-Kubu Bambang Soesatyo alias Bamsoet menyatakan akan menggugat Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar dan Panitia Pelaksana Munas Golkar atas penyelenggaraan munas yang dinilai tidak sesuai aturan. Mereka menilai terjadi indikasi pelanggaran hukum terhadap Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga dalam pelaksanaan munas tersebut.

    "Kami akan melakukan perlawanan hukum terhadap kubu Airlangga," kata tim sukses Bamsoet, Amriyatus Amin, dalam konferensi pers di Restoran Batik Kuring, SCBD, Jakarta Selatan, Jumat, 29 November 2019.

    Salah satu yang dia persoalkan ialah penerapan Pasal 50 AD/ART yang mengatur mekanisme pemilihan ketua umum. Pasal itu mengatur penentuan ketua umum dilakukan melalui tiga tahap, yakni penjaringan, pencalonan, dan pemilihan.

    Kubu Airlangga ingin menetapkan syarat dukungan pencalonan 30 persen secara tertulis untuk calon ketua umum. Sedangkan kubu Bamsoet menilai 30 persen dukungan itu harus ditentukan melalui bilik suara di forum munas.

    Amriyati menyebut kubu Airlangga juga melanggar AD/ART dalam pelaksanaan pleno Golkar pada 27 November lalu. Kata dia, pleno itu digelar secara manipulatif dan intimidatif.

    Amriyati menceritakan bahwa suasana rapat pleno saat itu mencekam dengan kehadiran petugas pengamanan berseragam loreng di dalam ruang pleno. Padahal, mereka bukan merupakan pengurus pleno Partai Golkar.

    Rekan Amriyati, Difla Olla, mengimbuhkan para petugas pengamanan itu kerap memotong loyalis Bamsoet yang sedang berbicara di forum. Menurut Olla, mereka juga berkata kasar kepada loyalis Bamsoet, tetapi tidak diperingatkan oleh Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto yang memimpin rapat.

    Adapun yang dimaksud manipulatif, kata Amriyati, ialah lantaran materi pleno tak dibagikan kepada peserta rapat. Dia mengatakan bahwa panitia pelaksana munas tidak mengedarkan draf materi untuk munas nanti.

    "Pengurus Pleno DPP merasa dipaksa dan atau dijebak untuk menyetujui 'keputusan' yang dirancang oleh Panitia Pengarah (SC) dan Panitia Pelaksana (OC) terhadap materi rapat yang bersifat sangat sumir dan penuh dengan akal-akalan," kata dia.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.