Tolak JC Musa Zainuddin, KPK Selesaikan Penyidikan Hong Artha

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Komisi Infrastruktur DPR RI Musa Zainuddin (baju batik) hadir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat untuk menjalani sidang putusan. Musa merupakan terdakwa kasus dugaan suap anggaran proyek infrastruktur daerah di Maluku dan Maluku Utara. Jakarta, 15 November 2017. Tempo/Fajar Pebrianto

    Anggota Komisi Infrastruktur DPR RI Musa Zainuddin (baju batik) hadir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat untuk menjalani sidang putusan. Musa merupakan terdakwa kasus dugaan suap anggaran proyek infrastruktur daerah di Maluku dan Maluku Utara. Jakarta, 15 November 2017. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Febri Diansyah mengatakan KPK masih meneruskan penyidikan kasus dugaan korupsi proyek di Kementerian PUPR setelah menolak Musa Zainuddin menjadi justice collaborator di perkara tersebut.

    "Proses ini masih berjalan di tahap penyidikan. Jadi kami akan fokus ke mana, tentu belum bisa kami sampaikan," kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta pada Kamis, 28 November 2019.

    Yang pasti, Febri mengatakan lembaga antikorupsi itu akan menyelesaikan penyidikan terhadap tersangka Hong Arta (HA). Hong Arta merupakan Komisaris PT Sharleen Jaya JECO Group.

    Febri menuturkan Jika dalam proses penyidikan KPK menemukan adanya bukti baru, maka penelusuran terhadap pihak lain akan memungkinkan untuk dilakukan. "Sepanjang ada bukti yang cukup untuk menelusuri itu," katanya.

    Sebelumnya, KPK menolak permohonan eks politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Musa Zainudin. Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan keterangan yang disampaikan Musa belum memenuhi syarat sebagai justice collaborator.

    Saut menuturkan untuk menjadi justice collaborator, Musa Zainuddin mesti membuka peran pihak lain dengan lebih terang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.