Reuni 212, Ma'ruf Amin: Yang Penting Tak Gaduh

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Ma'ruf Amin menghadiri silaturahmi dan tasyakur atas pelantikannya sebagai wapres di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, 25 Oktober 2019. KIP Setwapres

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin menghadiri silaturahmi dan tasyakur atas pelantikannya sebagai wapres di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, 25 Oktober 2019. KIP Setwapres

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mempersilakan acara Reuni 212 digelar pada 2 Desember 2019. "Ya kan orang berkumpul itu kan selama dalam demokrasi, ya boleh-boleh saja. Yang penting tidak menimbulkan kegaduhan, anarkis," kata Ma'ruf di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis, 28 November 2019.

    Ma'ruf mengatakan, setiap warga negara boleh bersilaturahmi dan berkumpul. Asal, kata dia, jangan sampai menimbulkan kegaduhan. Jika gaduh, maka pihak berwenang yang akan menilai.

    Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi juga menyebut, megikuti acara Reuni 212 hukumnya mubah atau boleh-boleh saja, tidak ada anjuran, dan juga tidak ada larangan. Menurut Zainut, sesuatu yang mubah bisa menjadi baik dan memiliki nilai ibadah jika kegiatan tersebut diisi dengan hal kebaikan.

    Reuni 212 merupakan acara untuk memperingati unjuk rasa besar di DKI pada 2 Desember 2016. Saat itu, ratusan ribu pengunjuk rasa mendesak pemidanaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dituduh menista agama.

    Adapun desakan massa saat ini pada Reuni 212 mendatang adalah menuntut agar Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri dihukum atas tindakannya membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden Pertama Indonesia Soekarno.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.