KPK Hentikan Empat Kasus yang Tersangkanya Meninggal

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Saut Situmorang bersama juru bicara Febri Diansyah (kiri), memberikan keterangan kepada awak media, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu, 25 September 2019. KPK resmi menetapkan dua orang tersangka baru anggota Badan Pemeriksa Keuangan Rizal Djalil dan Komisaris Utama PT. Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminarto Prasetyo. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Ketua KPK Saut Situmorang bersama juru bicara Febri Diansyah (kiri), memberikan keterangan kepada awak media, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu, 25 September 2019. KPK resmi menetapkan dua orang tersangka baru anggota Badan Pemeriksa Keuangan Rizal Djalil dan Komisaris Utama PT. Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminarto Prasetyo. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan menghentikan empat perkara yang tersangkanya telah meninggal. KPK menyatakan penerbitan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) itu sesuai dengan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, yakni penuntutan tak bisa dilakukan kepada pelaku yang sudah meninggal.

    "Tanpa di-SP3 pun kasus ini sudah tidak akan mungkin diproses lebih lanjut," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jumat, 27 November 2019.

    Meski demikian, kata dia, KPK hanya menghentikan proses penyidikan terhadap orang itu. Sementara, untuk pelaku lainnya, KPK akan terus memprosesnya secara hukum.

    Febri enggan mengatakan empat tersangka yang akan dihentikan penyidikannya. Namun, ia menyebutkan para tersangka itu terjerat dalam kasus travel check, kasus suap di Lembaga Pemasyrakatan Sukamiskin, pengembang kasus korupsi alat kesehatan dan kasus di daerah.

    Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, pihaknya berencana menerbitkan SP3 dalam 4 kasus korupsi. Hal itu sesuai dengan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK atau UU KPK hasil revisi yang memberikan kewenangan untuk KPK menerbitkan SP3.

    "Yang jelas ada empat tersangka yang sudah meninggal. Nah itu tentu akan kami terbitkan SP3. Selebihnya tidak ada, jadi hanya empat orang saja sebetulnya," kata Alex dalam rapat kerja bersama Komisi III, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 27 November 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.