Pemkab Serdang Bedagai Investigasi Pencemaran di Pantai Cermin

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan Danau Toba bagian barat. TEMPO | Iil Askar Mondza

    Pemandangan Danau Toba bagian barat. TEMPO | Iil Askar Mondza

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) menyelidiki dugaan pencemaran laut di kawasan Pantai Cermin, Kecamatan Pantai Cermin. Pencemaran ini diduga dilakukan perusahaan perikanan PT Aquafarm Nusantara atau Regal Springs sebagai pemilik keramba jaring apung di kawasan Danau Toba.

    Dugaan pencemaran itu, ujar Bupati Sergai Soerkirman, sedang diselidiki oleh Dinas Lingkungan Hidup Sergai untuk memastikan tudingan warga terhadap PT Aquafarm Nusantara. "Saya tugaskan Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan kontrol reguler kualitas air laut di kawasan Pantai Cermin," kata Soekirman kepada Tempo, Rabu 27 November 2019.

    Soekirman mengatakan, warga Dusun VII, Desa Naga Kisar, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Sergai, resah akibat pencemaran limbah pengolahan ikan yang diduga berasal dari PT Aquafarm Nusantara. Warga Desa Naga Kisar yang umumnya nelayan tradisional mengeluh kesulitan mendapat ikan di laut karena limbah hasil pemotongan ikan tilapia milik Aquafarm dibuang ke laut. "Ini kami cek dan investigasi," ujar Soekirman.

    Salah satu nelayan Pantai Cermin bernama Hamdani mengaku kehilangan mata pencarian akibat pencemaran laut. Dugaan nelayan, pencemaran itu akibat limbah buangan pemotongan ikan milik Aquafarm Nusantara. "Sudah dilaporkan ke Bupati, Pak Kirman, namun belum ada tindak lanjut," kata Hamdani. Sebelum laporan Hamdani, nelayan tradisional dibantu lembaga swadaya masyarakat lokal memprotes limbah Aquafarm Nusantara.

    PT Aquafarm Nusantara atau Regal Springs memiliki dua lokasi usaha. Untuk budidaya dan penggemukan, Aquafarm menggunakan keramba jaring apung di perairan Danau Toba. Untuk pemotongan ikan dan pengemasan dilakukan di Kabupaten Sergai.

    Tuduhan pencemaran lingkungan hidup oleh Aquafarm juga datang dari warga kawasan Danau Toba. Salah satunya adalah mantan penyelam Aquafarm bernama Larry Holmes Hutapea. "Saya pernah menyelam dan mendapati banyak karung ikan busuk ditenggelamkan Aquafarm. Saya sudah diperiksa Direktorat Reserse Kriminal Khusus atas laporan pencemaran itu," kata Holmes kepada Tempo.

    Hadiid Agita Rustini, peneliti Hidrodinamika dan Kualitas Air Puslit Limnologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan, keseluruhan keramba jaring apung di Danau Toba tak boleh lebih dari 543 dengan maksimal produksi 1.430 ton untuk mendapatkan kualitas air pada kondisi oligotrofik.

    Saat ini, ujar Agita, kapasitas keramba jaring apung di Danau Toba sudah dianggap berlebihan dan mencemari air Danau Toba. LIPI pun merekomendasikan batasan jumlah produksi ikan per tahun harus memperhitungkan daya dukung lingkungan.

    Humas PT. Aquafarm Nusantara Afrizal hingga berita ini ditulis belum merespons permintaan Tempo untuk mengonfirmasi masalah di atas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.