Panitia Klaim Sudah Kantongi Izin Reuni 212 di Monas

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Reuni Akbar 212 digelar di Monas pada Ahad, 2 Desember 2018 untuk memperingati Aksi 212 yang dilakukan pada dua tahun sebelumnya. Massa dari sejumlah ormas menggelar reuni akbar 212 di Monas, yang  diisi dengan acara salat tahajud, salat subuh berjamaah, serta zikir, salawat, dan mendengarkan ceramah Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. TEMPO/Subekti.

    Reuni Akbar 212 digelar di Monas pada Ahad, 2 Desember 2018 untuk memperingati Aksi 212 yang dilakukan pada dua tahun sebelumnya. Massa dari sejumlah ormas menggelar reuni akbar 212 di Monas, yang diisi dengan acara salat tahajud, salat subuh berjamaah, serta zikir, salawat, dan mendengarkan ceramah Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Reuni 212 Awit Mashuri mengatakan Persaudaraan Alumni atau PA 212 sudah memperoleh izin untuk menggelar acara tersebut. Ia mengatakan panitia sudah mendapat surat resmi dari kepolisian.

    “Izin kami sudah dapat kok,” ujar Awit saat dihubungi, Rabu 27 November 2019.

    Sementara itu, Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan pemerintah akan menggelar rapat tersendiri membahas rencana berlangsungnya acara reuni 212 pada 2 Desember 2019 di Monumen Nasional (Monas).

    "Nanti nanti kami adakan rapat khusus dengan Pak Menko (Menko Polhukam Mahfud MD)," katanya singkat saat ditemui di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Rabu, 27 November 2019.

    Reuni 212 merupakan acara untuk memperingati unjuk rasa besar di DKI Jakarta pada 2 Desember 2016. Saat itu ratusan ribu pengunjuk rasa mendesak pemidanaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dituduh menista agama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.