Menkes Terawan Tempatkan Staf Ahli di Papua

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama dalam jumpa pers peluncuran Katalog Wisata Kesehatan dan Skenario Perjalanan Wisata Kebugaran, Selasa 19 November 2019 di Jakarta/Kementerian Kesehatan

    Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama dalam jumpa pers peluncuran Katalog Wisata Kesehatan dan Skenario Perjalanan Wisata Kebugaran, Selasa 19 November 2019 di Jakarta/Kementerian Kesehatan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Terawan menempatkan staf ahli di Papua guna mengawasi perkembangan kesehatan pada wilayah tersebut.

    "Penempatan staf ahli itu sudah dilakukan sebelumnya, tapi saya memberikan kembali kewenangan kepada yang bersangkutan untuk mengawasi wilayah Papua," katanya di Jayapura, Rabu.

    Menurut Terawan, dalam kunjungan kerjanya ke Papua kali ini, hal-hal yang akan ditekankan pihaknya sama seperti visi dan misi presiden.

    "Yakni menurunkan angka kekerdilan (stunting), meningkatkan cakupan imunisasi, target-target angka kematian ibu dan anak menjadi turun dan lain sebagainya," ujarnya.

    Dia menjelaskan laporan resmi kasus kekerdilan sudah diperoleh pihaknya dan sejak lama sudah mulai dilaporkan, akan tetapi bukan satu atau dua yang diterima, namun nanti akan dikompilasi untuk dikaji.

    "Staf ahli saya ada d sini dan akan terus mendampingi sehingga pelayanan kesehatan menjadi baik," katanya lagi.

    Menkes Terawan melakukan kunjungan ke Papua dalam rangka pembukaan Rapat Kerja Kesehatan Daerah ke-II Tingkat Provinsi Papua pada 27 November 2019.

    Selain itu Menkes RI dan rombongan juga melakukan peninjauan Stadion Papua Bangkit dan Puskesmas Kampung Harapan di Kabupaten Jayapura serta RSUD Dok II Jayapura.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.