Tito Karnavian: Ormas yang Tak Sesuai Pancasila Perlu Diluruskan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 6 November 2019. TEMPO/Putri.

    Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 6 November 2019. TEMPO/Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan organisasi masyarakat (ormas) yang tidak sesuai dengan ideologi Pancasila perlu diluruskan.

    "Banyak sekali ormas yang bagus ini kita dorong, tapi ada juga ormas yang mungkin bukan hanya sekadar mengkritik tapi juga membawa nilai-nilai yang tidak sesuai ideologi Pancasila nah yang begini kita harus luruskan," kata Tito Karnavian saat menjawab urgensi penilaian ormas di Jakarta, Selasa, 26 November 2019.

    Menurut dia, tujuan terbentuknya ormas di dalam negara demokrasi sangat baik karena posisinya sebagai penyeimbang pemerintahan.

    "Untuk menyeimbangkan dominasi negara supaya nanti tidak otoriter maka muncul masyarakat sipil, organisasi masyarakat," kata dia.

    Kemudian, kata dia, dalam perjalanannya organisasi masyarakat ada yang tumbuh positif yang posisinya memang memberikan kritik membangun bagi pemerintah, atau bahkan berkolaborasi dengan pemerintah untuk membangun bangsa.

    Namun, menurut dia, pertumbuhan ormas bisa juga sebaliknya, bukan hanya mengkritik tetapi ternyata juga membawa ideologi-ideologi lain yang tidak sesuai dengan Pancasila.

    "Bisa dengan cara pendekatan dialog komunikasi pada mereka bisa juga menggunakan sanksi," kata Tito.

    Untuk sanksi bisa dengan pembubaran organisasi masyarakatnya. "Bahkan juga bisa diterapkan tindak pidana kalau melakukan perusakan dan tindak pidana korporasi," kata Tito.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.