Rapat dengan Tito Karnavian, Giliran Komisi II DPR Datang Telat

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat, Senayan, Jakarta, Selasa, 26 November 2019. TEMPO/Putri.

    Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat, Senayan, Jakarta, Selasa, 26 November 2019. TEMPO/Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat menggelar rapat kerja dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan jajarannya. Kali ini, giliran anggota Komisi II yang terlambat hadir sehingga tak kunjung kuorum untuk dimulai rapat.

    Rapat yang sedianya dimulai pukul 14.00 WIB itu baru mulai sekitar pukul 14.20 WIB. Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia menjelaskan, Tito sebenarnya telah hadir sebelum pukul 14.00 WIB.

    "Pak Menteri ini sudah datang setengah jam sebelum jam dua. Jadi kita yang telat ini," kata Doli di ruang rapat Komisi II DPR, Senayan, Jakarta, 26 November 2019.

    Doli mengatakan raker dengan Mendagri ini merupakan rapat ketiga yang digelar Komisi II hari ini. Sebelumnya, Komisi Pemerintahan ini sudah rapat audiensi dengan pemerintah Provinsi Bali dan Majelis Rakyat Papua.

    Sebelumnya Mendagri Tito pernah kena tegur oleh anggota Komisi II DPR Johan Budi Sapto Pribowo. Dalam rapat kerja Rabu, 5 November lalu, Johan menegur Tito agar tak terlambat datang.

    Tito kala itu meminta maaf dan menjelaskan dirinya terlambat karena menghadiri serah terima jabatan dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia yang baru, Jenderal Idham Azis di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

    Doli pernah menjelaskan bahwa Komisi II berkomitmen untuk memulai rapat dengan tepat waktu. Kata dia, rapat akan dibuka sesuai jadwal, meski kemudian harus diskors lagi jika belum kuorum.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?