Calon Ketum Golkar Bermunculan, Ada Indra Bambang Utoyo

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri TNI-Polri (PP FKPPI), Pontjo Sutowo telah memanggil dua bakal calon ketua umum Partai Golkar, yang juga pengurus PP FKPPI, yakni Bambang Susatyo dan Indra Bambang Utoyo pada hari ini, Senin, 18 November 2019. Dok.Istimewa

    Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri TNI-Polri (PP FKPPI), Pontjo Sutowo telah memanggil dua bakal calon ketua umum Partai Golkar, yang juga pengurus PP FKPPI, yakni Bambang Susatyo dan Indra Bambang Utoyo pada hari ini, Senin, 18 November 2019. Dok.Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Figur-figur senior Partai Golkar bermunculan menjelang Munas Golkar pada awal Desember 2019. Mereka meramaikan bursa calon ketua umum bersama Ketua Umum inkumben Airlangga Hartarto dan Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet).

    Indra Bambang Utoyo, yang juga tokoh FKPPI, menyatakan dirinya akan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Golkar.

    "Ya, saya akan maju. Selama ini hanya muncul dua calon, dan itu buruk untuk rasa persatuan di Partai Golkar,” ujar Indra saat dihubungi Tempo hari ini, Selasa, 26 November 2019.

    Indra Bambang menuturkan dirinya tampil untuk menyeimbangkan persaingan antara Airlangga dan Bamsoet. Langkah ini diambil agar tak terjadi perpecahan di Golkar akibat terpolarisasi pada kedua kubu.

    Sebelumnya, Agun Gunandjar Sudarsa menyatakan akan maju sebagai calon Ketum Golkar. Dia beralasan untuk mencegah aklamasi seperti yang dikehendaki kubu Airlangga. Di sisi lain, kuat upaya agar Bamsoet mundur dari pencalonan.

    Indra Bambang Utoyo menjelaskan Golkar pernah mengalami perpecahan ketika terjadi ketegangan antara kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono. Golkar seolah terbelah dua. Lantas muncul dua munas, yakni Ancol versus Bali.

    Setelah hampir 1,5 tahun terpecah, atas imbauan pemerintah di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, diadakan munas bersama yang dimenangi Setya Novanto.

    Menurut dia, kejadian semacam itu tidak boleh terulang lagi. Ia pun berharap lebih banyak lagi kader Golkar yang mencalonkan diri sebagai ketum.

    “Saat ini di luar Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo sudah ada tiga caketum. Saya, Ridwan Hisyam, dan Agun Gunandjar."

    Adapun Tim Penggalangan Opini dan Media Bambang Soesatyo, Viktus Murin, mengancam membuat munas tandingan karena menilai terjadi pelanggaran AD/ART dalam persiapan munas pada Desember nanti. 

    Viktus mengajak pengurus DPP Golkar yang mendukung Bamsoet ikut bergabung. “Pengurus DPP Partai Golkar di barisan pendukung Bamsoet siap melaksanakan munas yang sesuai dengan aturan partai,” ucapnya dalam konferensi pers di Batik Kuring, SCBD, Jakarta, pada Senin lalu, 25 November 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.