Reuni Akbar 212, Sultan HB X: Kita Enggak Ada Urusan Itu

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta keluarga menggunakan hak pilihnya di TPS 15, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton Yogyakarta atau di rumah bernama Ndalem Cokronegaran pada Rabu, 17 April 2019. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta keluarga menggunakan hak pilihnya di TPS 15, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton Yogyakarta atau di rumah bernama Ndalem Cokronegaran pada Rabu, 17 April 2019. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono atau Sultan HB X memilih bersikap biasa dengan adanya rencana reuni 212 di Jakarta pada 2 Desember 2019.

    "Kita nggak ada urusan dengan (aksi) itu," ujar Sultan di sela menghadiri peringatan HUT Guru di GOR Amongrogo Yogyakarta, Senin 25 November 2019.

    Persaudaraan Alumni 212 akan menggelar reuni di Lapangan Monas pada 2 Desember 2019.

    Acara akan dimulai dengan Shalat Tahajud dan Subuh berjamaah pada 2 Desember 2019.

    Sultan HB X yakin tak ada gelombang massa dari Yogya secara besar besaran akan mengikuti aksi itu.

    "Di sini (Yogya) nggak ada. Dari (aksi 212 sebelumnya) kemarin kan juga nggak ada (gelombang massa besar besaran dari Yogya) alumni itu," ujar Sultan.

    Sehingga menurut Sultan tidak ada yang perlu dirisaukan dari rencana aksi itu. Sultan pun tak lagi mengimbau apa pun untuk warga Yogya terkait rencana aksi itu.

    Aksi 212 pertama kali digelar 2016 terkait desakan untuk dilakukan pemidanaan terhadap Ahok yang dituduh menista agama.

    Tuduhan itu ditujukan kepada Ahok saat kontestasi pilkada yang tengah diikuti bersama rivalnya, Anies Baswedan. Tahun ini adalah tahun ketiga Reuni Akbar 212 digelar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.