Tak Ada Penambahan Pasukan di Papua Barat Menjelang 1 Desember

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Polisi Indonesia. Getty Images

    Ilustrasi Polisi Indonesia. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolda Papua Barat Brigadir Jenderal Herry Rudolf Nahak memastikan tidak ada penambahan pasukan menjelang hari ulang tahun Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1 Desember 2019.

    Herry mengatakan wilayah rawan di Papua Barat sudah diperketat pengamanannya sejak Agustus lalu oleh personel Polda Papua dibantu ribuan personel Polri dan TNI.

    "Tidak ada penambahan pasukan karena sudah diperketat. Pasukan yang ada saat ini Personel Polda Papua Barat dibantu tambahan BKO sejak Agustus, jadi kami yakin ini cukup," ujarnya.

    Meski tak ada penambahan pasukan, Nahak tetap menghimbau agar seluruh warga di Papua Barat untuk tenang, tidak mudah terprovokasi dengan isu 1 Desember.

    "Masyarakat di Manokwari dan Papua Barat saya himbau tetap tenang, jangan ikut-ikutan kegiatan yang tidak perlu," ujarnya di Mapolda Papua Barat, Senin, 25 November 2019.

    Herry mengatakan semua daerah jadi atensi pengamanan menjelang 1 Desember 2019. Namun Polda akan melihat perkembangan dan situasi.

    "Semua kabupaten/kota jadi atensi. Tapi kita akan lihat sesuai perkembangan situasi," ujarnya.

    Terpisah, Pembela HAM di Papua Barat, Yan Christian Warinussy, meminta Pemerintah RI dan penegak hukum tidak memberi stigma negatif pada peringatan 1 Desember di tanah Papua.

    "Saya ingatkan Pemerintah Indonesia dan penegak hukum, tidak memberikan label negatif setiap 1 Desember yang merupakan hari bersejarah bagi Orang Asli Papua" ujar Warinussy.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.