YLBHI Laporkan Dugaan Penculikan Petani SMB Jambi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Penculikan. Shutterstock.com

    Ilustrasi Penculikan. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia melaporkan dugaan penculikan seorang saksi persidangan bernama Domiri dalam kasus kriminalisasi petani Serikat Mandiri Batanghari (SMB) Jambi ke Kepolisian Daerah Jambi. "Kuat dugaan penculikan ini adalah cara-cara ancaman terhadap saksi dari petani SMB, agar mereka tidak akan berani memberikan keterangan di pengadilan," kata Wakil Ketua Bidang Advokasi YLBHI Era Purnama Sari kepada Tempo, Senin, 25 November 2019.

    Era mengatakan bahwa Domiri adalah salah satu saksi kunci yang didatangkan YLBHI untuk membela puluhan petani SMB yang menjadi pesakitan. Menurut dia, kesaksian Domiri penting sekali untuk dihadirkan di persidangan sebagai bahan pertimbangan majelis hakim bahwa kasus kriminalisasi terhadap petani SMB penuh kejanggalan.

    Kasus SMB Jambi meletup ketika petani berkonflik dengan korporasi Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Wira Karya Sakti (WKS), anak perusahaan Sinarmas Group pada Juli lalu. Para petani sempat terlibat bentrok dan diserang oleh aparat kepolisian. Di kemudian hari, polisi menangkap 59 petani SMB dan dijerat dengan kasus kekerasan dan perusakan. Saat ini mereka tengah menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri Jambi.

    Dari keterangan Era, Domiri diduga hilang sekitar pukul 15.00 WIB ketika hendak memberi kesaksian di Pengadilan Negeri Jambi. Kata dia, istri Domiri terakhir melihat korban duduk di kursi panjang tepat di depan ruang sidang. Ketika itu Domiri sempat dihampiri beberapa orang tak berseragam. "Sebelah kanan Domiri, duduk laki-laki berbaju hitam, sebelah kiri ada laki-laki berkaos putih. Di depannya sekitar 10 orang berdiri."

    Istri Domiri sempat menghampiri korban untuk meminjam "macis". Tapi Domiri menjawab tidak ada. Istrinya kemudian berjalan ke parkiran untuk makan roti. Belum sempat makan, ia melihat Domiri dibawa laki-laki berbaju hitam ke dalam mobil. Di dalamnya telah menunggu beberapa orang.

    YLBHI kemudian bergegas meminta akses informasi kepada pihak pengadilan ihwal insiden penculikan Domiri tersebut. Era juga meminta akses untuk memperoleh rekaman closed circuit television (CCTV), namun disebutkan bahwa kamera CCTV mati karena listrik tengah padam. Pihak pengadilan kemudian memastikan bahwa orang-orang yang menjemput Domiri adalah aparat Kepolisian Daerah Jambi.

    Era kemudian bergegas bersama keluarga Domiri melaporkan tindak pidana penculikan ke Polda Jambi. Hal ini lantaran penjemputan terhadap Domiri tidak disertai surat pemanggilan, pemberitahuan ke keluarga, maupun dalam bentuk keterangan apa pun. Padahal Domiri akan memberi keterangan penting sebagai saksi dalam persidangan petani SMB. Era menduga penangkapan Domiri sebagai bentuk intimidasi kepolisian terhadap para saksi.

    Juru Bicara Kepolisian Daerah Jambi Komisaris Besar Kuswahyudi membenarkan telah menangkap Domiri. Kata dia, pihaknya sedang menginterogasi Domiri dalam kaitan kasus kekerasan yang dilakukan petani SMB. Domiri diduga terlibat dalam penyerangan terhadap kepolisian.

    "Ini masih diinterogasi, coba tanya ke Krimum. (Dia diduga terlibat) penyerangan SMB itu," kata dia singkat. Hanya saja Kuswahyudi enggan merespons ihwal penangkapan yang dilakukan tanpa disertai surat pemanggilan atau pemberitahuan kepada Domiri.

    YLBHI sebelumnya melaporkan bahwa kepolisian diduga terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia ketika menangani kasus petani SMB. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia juga turut turun ke lapangan untuk mengusut dugaan pembakaran kampung petani dan tindak kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.