Gaji Staf Khusus Milenial Rp 51 Juta, Istana: Setara Eselon I

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (keempat kiri) bersama staf khusus yang baru dari kalangan milenial ketika diperkenalkan di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis, 21 November 2019. Ketujuh staf khusus baru yang diperkenalkan Presiden Jokowi merupakan anak-anak muda berusia antara 23-36 tahun atau generasi milenial. ANTARA/Wahyu Putro A

    Presiden Jokowi (keempat kiri) bersama staf khusus yang baru dari kalangan milenial ketika diperkenalkan di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis, 21 November 2019. Ketujuh staf khusus baru yang diperkenalkan Presiden Jokowi merupakan anak-anak muda berusia antara 23-36 tahun atau generasi milenial. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan gaji Rp 51 juta bagi staf khusus milenial Presiden Joko Widodo atau Jokowi sesuai aturan. Posisi staf khusus ini, kata dia, setara dengan eselon satu di Sekretariat Negara.

    "Eselon satu di lingkungan Sekretariat Kabinet, Sekretariat Negara, Kemenkeu itu, ya, sebegitu (gajinya). Karena itu, kan, ada perpresnya, ada aturan mainnya," kata Pramono saat ditemui di ruang kerjanya, Kompleks Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Senin, 25 November 2019.

    Menurut Pramono, staf khusus dipilih secara langsung oleh presiden. Adapun secara administrasi kepegawaian dan manajemen mereka berada di bawah Sekretariat Kabinet.

    Aturan gaji staf khusus Presiden ini termuat dalam Peraturan Presiden Nomor 144/2015 tentang besaran Hak Keuangan Bagi Staf Khusus Presiden, Staf Khusus Wakil Presiden, Wakil Sekretaris Pribadi Presiden, Asisten dan Pembantu Asisten. Hak keuangan merupakan pendapatan keseluruhan yang diterima dan sudah termasuk di dalamnya gaji dasar, tunjangan kinerja, dan pajak penghasilan. Perpres ini menyatakan gaji staf khusus presiden sebesar Rp 51 juta.

    Pramono menampik anggapan bahwa staf khusus milenial bekerja paruh waktu. Meski tidak selalu harus ke Istana, para staf khusus ini tetap bekerja. "Pekerjaannya full. Kan, sekarang bekerja tidak harus di kantor.” Bahkan, kata politikus PDIP itu, untuk mengambil keputusan para menteri tidak harus di kantor seperti dulu.

    Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini menuturkan, Jokowi telah memberikan sejumlah tugas kepada para staf khusus milenial meski mereka tidak perlu selalu datang ke Istana. "Sekarang, kan, era digital. Era yang sangat dinamis sekali. Jadi mereka sudah mulai bekerja dan tidak ada intervensi politik."

    Salah satu staf khusus milenial Jokowi, Gracia Billy Mambrasar, mengatakan ia tidak melihat materi itu saat menerima jabatan ini. "Jujur, waktu kerja sebagai insinyur di perusahaan migas, gaji saya jauh di atas itu! Saya juga punya company sendiri saat ini dengan penghasilan jauhhh di atas angka itu! Saya terima tawaran stafsus karena saya begitu mencintai Indonesia," cuitnya di Twitter, Sabtu kemarin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.