Bertepatan Hari Guru, Tri Rismaharini Resmikan Museum Pendidikan

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sudah tiba di kantor DPP PDIP Diponegoro, Jakarta pada pukul 13.45 pada Senin, 19 Agustus 2019. Mengenakan jaket merah dengan nomor 3 di dada, Risma tampak sumringah. Dia akan dilantik menjadi Ketua DPP PDIP Bidang Pendidikan dan Kebudayaan siang ini. TEMPO/Dewi Nurita

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sudah tiba di kantor DPP PDIP Diponegoro, Jakarta pada pukul 13.45 pada Senin, 19 Agustus 2019. Mengenakan jaket merah dengan nomor 3 di dada, Risma tampak sumringah. Dia akan dilantik menjadi Ketua DPP PDIP Bidang Pendidikan dan Kebudayaan siang ini. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Tri Rismaharini, meresmikan Museum Pendidikan di Jalan Genteng Kali, Surabaya, Senin, 25 November 2019. Museum yang diresmikan bertepatan dengan peringatan Hari Guru itu menempati bekas gedung bersejarah Taman Siswa.

    "Memang gedung ini sebetulnya sudah punya sejarah karena sebelumnya adalah gedung Taman Siswa. Karena itu kami fungsikan sebagai museum pendidikan dan kami punya banyak koleksi tentang pendidikan masa lampau," kata Risma saat memberikan keterangan kepada wartawan.

    Risma mengatakan ada 860 buah koleksi di pajang di museum ini. Mulai dari pendidikan masa lampau hingga pendidikan masa kini. Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, kata dia, bahkan harus memburu dari berbagai tempat untuk mendapatkannya.

    Meskipun koleksi Museum Pendidikan ini belum lengkap, kata dia, pihaknya berkomitmen untuk terus berupaya memenuhi koleksi museum. “Ini belum lengkap memang. Tapi kami masih terus berusaha untuk melengkapinya,” ujar wali kota perempuan pertama di Surabaya tersebut.

    Risma berharap museum ini bisa menjadi sarana pendidikan untuk para pelajar agar mereka mengetahui sejarah pendidikan masa lampau. “Kalau mereka tahu perjuangan zaman dahulu, maka anak-anak kita akan berjuang menggapai cita-citanya tanpa kenal putus asa dan tidak mengeluh."

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, mengatakan proses pengerjaan museum ini berlangsung sekitar 4-5 bulan. Pihaknya perlu berdiskusi dengan tim cagar budaya agar perbaikan gedung tidak merusak esensi dari bangunan aslinya.

    Antiek menambahkan bahwa museum yang terhubung dengan Taman Ekspresi itu dibuka setiap hari untuk umum dan tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis. “Museum ini dibuka untuk umum, setiap hari dari pagi pukul 08.00 – 16.00 WIB. Masuknya free tanpa biaya sepeser pun,” katanya.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.