Staf Khusus Milenial Angkie: Kami Datangi Presiden dengan Program

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pada foto ini, Angkie terlihat memadukan blazer brokat dengan rok potongan A-line berwarna caramel dan hijab mocca. Meski terkesan vintage namun tetap terlihat trendi. Instagram/@angkie.yudistia

    Pada foto ini, Angkie terlihat memadukan blazer brokat dengan rok potongan A-line berwarna caramel dan hijab mocca. Meski terkesan vintage namun tetap terlihat trendi. Instagram/@angkie.yudistia

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Presiden Bidang Sosial Angkie Yudistia menampik jika dia dan enam orang staf khusus milenial Presiden Joko Widodo atau Jokowi lainnya sekadar pemanis atau pajangan. Anggapan ini muncul lantaran usia mereka tergolong muda, antara 23 hingga 36 tahun "Kalau tanggapan bahwa staf khusus ini akan menjadi pemanis saja, saya rasa sih, tidak, ya," kata dia lewat akun Instagram miliknya, Senin, 25 November 2019.

    Angkie menjelaskan tujuh staf khusus ini tidak akan menunggu panggilan Jokowi jika memiliki ide atau gagasan baru dalam membantu pemerintahan. "Kami sangat terbiasa untuk berinisiatif. Tanpa diingatkan oleh Bapak Presiden, sepertinya kami yang akan datang ke Bapak Presiden dengan program-program yang menunggu di-approve. Sehingga kami pun dengan sangat senang hati untuk mengeksekusinya."

    Kritik terhadap kemampuan para pemuda ini muncul dari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. Menurut Fadli, memilih staf yang baik dilihat dari kemampuannya dalam bekerja, bukan umur. "Cuma lipstick saja, pajangan saja lah itu. Kita mau melihat kinerja orang pada kapasitas kapabilitas. Tidak melihat umur, harusnya," ujar Fadli di kantor Lemhannas, Sabtu pekan lalu.

    Pada Jumat pekan lalu, Jokowi memperkenalkan tujuh anak muda sebagai staf khusus. Mereka adalah CEO and Founder Creativepreneur, Putri Indahsari Tanjung; pendiri Ruang Guru, Adamas Belva Syah Devara; dan pendiri Amartha, Andi Taufan Garuda Putra.

    Selain itu ada pula CEO Kitong Bisa, Gracia Billy Mambrasar; perumus gerakan Sabang Merauke, Ayu Kartika Dewi; mantan Ketua Umum PMII, Aminuddin Ma'ruf; dan pendiri Thisable Enterprise, Angkie Yudistia.

    Jokowi mengatakan mereka tidak perlu setiap hari berada di Istana karena mereka juga memiliki aktifitas lain. "Tidak full time. Beliau-beliau ini sudah memiliki kegiatan, memiliki pekerjaan," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 21 November 2019.

    Menurut Jokowi, staf khusus milenial ini juga tidak akan setiap hari bertemu dengannya. Namun komunikasi bisa dilakukan setiap saat. "Minimal satu sampai dua minggu ketemu, tidak harus harian ketemu, tapi masukan setiap jam, setiap menit bisa saja (disampaikan)," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.