Simak Pesan Wakil Presiden Ma'ruf Amin kepada Para Ulama

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin melambaikan tangan kepada wartawan sebelum mengikuti upacara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 di Jakarta, Minggu 20 Oktober 2019. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin melambaikan tangan kepada wartawan sebelum mengikuti upacara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 di Jakarta, Minggu 20 Oktober 2019. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta para ulama mengikuti teladan Rasulullah Muhammad SAW, terutama dalam menata masyarakat.

    "Perubahan yang dilakukan Rasulullah perubahan yang luar biasa," ujar Ma'ruf Amin dalam peringatan Maulid Kanjeng Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di nDalem Habib Hilal Alaidid, Kota Yogyakarta, pada Minggu malam lalu, 24 November 2019.

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin menerangkan Nabi Muhammad berhasil mengubah masyarakat jahiliyah, yang tidak tahu mana yang baik dan buruk, menjadi masyarakat yang mengerjakan yang baik dan meninggalkan yang mungkar.

    "Rasulullah berhasil membangun tatanan masyarakat yang baik dan membuang yang mungkar."

    Tidak cuma itu. Menurut dia, Rasullulah Muhammad melakukan perubahan luar biasa tersebut dalam waktu yang super cepat, yakni hanya dalam 23 tahun.

    Maka sebagai pewaris nabi, Ma'ruf Amin menyatakan, para ulama wajib melanjutkan perubahan itu. "Ulama harus menjadi tokoh perubahan."

    Dalam acara yang digelar Nahdlatul Ulama Provinsi DIY tersebut, Ma'ruf Amin juga menuturkan bahwa tugas ulama bukan hanya  menyiapkan orang-orang yang paham agama. Di era perubahan kultur luar biasa atau zaman 4.0 ini ada hal-hal yang patut diwaspadai.

    Dia berpendapat, kecenderungan perubahan saat ini adalah menghabisi atau mendisrupsi apapun yang lama. Maruf mencontohkan, dalam konteks kebangsaan dan kenegaraan, jangan sampai merombak dan menjungkirbalikkan semua hal yang sudah disepakati para pendiri bangsa.

    "Itu harus kita sangkal. Jangan sampai yang lama itu, yang baik-baik itu hilang," ucap Wakil Presiden Ma'ruf Amin. "Kita punya kesepakatan Pancasila, NKRI. Kita tidak boleh menghilangkan itu."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.