Rencana Reuni 212, Yaqut Ansor: Konteksnya Apa Lagi?

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, usai  bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 11 Januari 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 11 Januari 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Gerakan Pemuda atau GP Ansor Yaqut Cholil Quomas mempertanyakan dalam konteks apa reuni 212 yang akan digelar pada Senin, 2 Desember 2019.

    "Itu pertemuan (reuni 212) untuk apa, konteksnya apa? Kalau memang konteksnya merayakan Maulid Nabi seperti malam ini oke oke saja," ujar Yaqut saat menghadiri peringatan Maulid Baginda Nabi Muhammad yang diselenggarakan di nDalem Habib Hilal Alaidid Yogyakarta oleh Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY Ahad petang, 24 November 2019.

    Namun, Yaqut menilai jika reuni 212 itu disiapkan untuk membawa tujuan yang lain, maka patut dipertanyakan apa motif kelompok itu.

    "Kalau reuni itu tujuannya lain, tanya lagi dong, ngapain mereka kumpul kumpul begitu," ujarnya.

    Yaqut mengakui belum bisa membaca ke mana arah tujuan reuni 212 itu digelar lagi. Ia tak mempersoalkan jika memang tujuannya merayakan Maulid Nabi.

    "Tapi kalau (reuni ini) ada maksud lain seperti yang sudah sudah, seperti memberi tekanan politik, saya kira sudah tak relevan lagi," ujarnya.

    Pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu pun menilai jika reuni itu membawa misi politik dalam acaranya tak relevan lagi karena segala pesta politik pun sudah selesai.

    "Kalau mereka mau memberi tekanan politik (dalam reuni nanti) atas nama apa? Mereka kemarin kan bisa (reuni) mengatasnamakan pilpres (pemilihan presiden) misalnya. Sekarang yang mereka dukung bagian pemerintah, lalu apa lagi?" ujarnya.

    Yaqut pun lantas mengandaikan jika reuni gerakan itu digelar demi menekan pemerintah agar bersedia memulangkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang kini masih berada di Arab Saudi ke tanah air, hal itu juga dinilai Yaqut janggal.

    "Lho pemerintah kan bukan yang menyuruh Habib Rizieq pergi (ke Arab), pergi pergi sendiri, kok mau pulang minta pemerintah yang memulangkan," ujar Yaqut.

    "Ya suruh Habib Rizieq pulang sendiri saja. Sederhana sebenarnya, jadi kalau (reuni 212) untuk itu tuntutannya, itu salah alamat lah," Yaqut menambahkan.

    Dalam undangan yang disebar di media sosial sebelumya acara Reuni 212 menggunakan tajuk Munajat dan Maulid Akbar #ReuniMujahid212. Acara akan dimulai dengan Shalat Tahajud dan Subuh berjamaah pada 2 Desember 2019.

    Aksi 212 pertama kali digelar 2016 terkait desakan untuk dilakukan pemidanaan terhadap Ahok yang dituduh menista agama.

    Tuduhan itu ditujukan kepada Ahok saat kontestasi pilkada yang tengah diikuti bersama rivalnya, Anies Baswedan. Tahun ini adalah tahun ketiga Reuni Akbar 212 digelar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.