Ma'ruf Amin: Bukan Hanya Khilafah yang Islami

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Ma'ruf Amin berbincang dengan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar (kiri) dan Ketua Umum  PBNU Said Aqil Siroj (kanan) berbincang  sebelum mengikuti Maulid Akbar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis, 21 November 2019. Sorak sorai riuh para peserta mengiringi kedatangan Ma'ruf yang merupakan kader NU pertama yang menjadi wakil presiden. ANTARA

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin berbincang dengan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar (kiri) dan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj (kanan) berbincang sebelum mengikuti Maulid Akbar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis, 21 November 2019. Sorak sorai riuh para peserta mengiringi kedatangan Ma'ruf yang merupakan kader NU pertama yang menjadi wakil presiden. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin membeberkan alasan perlu mempertahankan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    "Tidak boleh kita mengubah NKRI menjadi bentuk negara lain, seperti khilafah," ujar Maruf saat menghadiri peringatan Maulid Baginda Nabi Muhammad yang diselenggarakan di nDalem Habib Hilal Alaidid Yogyakarta yang digelar Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY Minggu petang, 24 November 2019.

    Ma'ruf mengaku pernah ditanya, apakah khilafah bukan hal yang Islami sehingga tidak bisa menggantikan NKRI.

    "Saya bilang, khilafah itu memang Islami. Tapi bukan hanya khilafah saja yang Islami," ujarnya.

    Ma'ruf menuturkan banyak contoh negara dengan penduduk mayoritas Islam namun dalam membentuk negaranya tidak mengambil bentuk khilafah.

    "Kerajaan juga bisa Islami, seperti Saudi Arabia. Ke-amiran juga Islami seperti Kuwait. Mesir tak kurang ulama di sana tapi mendirikan negaranya dengan bentuk republik," ujarnya.

    Ma"ruf menuturkan Indonesia melalui para pendiri bangsa sudah memiliki kesepakatan saat membentuk negara ini, yakni NKRI dengan dasar Pancasila.

    "Kita boleh melakukan perubahan-perubahan, tapi tidak boleh mengubah sesuatu yang sudah disepakati," ujarnya.

    Oleh sebab itu, ujar Ma'ruf, jika paham lain mencoba masuk menggantikan bentuk NKRI yang sudah disepakati pendiri bangsa, ia meyakini paham itu akan terpental bukan karena ditolak, melainkan tertolak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.