Peneliti LIPI: Munas Golkar Jangan Jadi Kontestasi Para Pemodal

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengamat politik dari LIPI, Siti Zuhro. Dok.TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Pengamat politik dari LIPI, Siti Zuhro. Dok.TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Senior LIPI, Siti Zuhro menilai, Partai Golkar merupakan partai yang selalu berdinamika setiap pelaksanaan Musyawarah Nasional atau Munas memilih ketua umum baru. Banyaknya sumber daya manusia handal di partai beringin ini membuat kontestasi selalu sengit. Pun, pada Munas Desember mendatang.

    Menurut Siti, dinamika itu baik. Dan semestinya calon yang maju lebih banyak lagi di Munas mendatang. Golkar mestinya bisa memberikan contoh sebagai partai yang bisa berkompetisi dengan sehat, bukan seperti selama ini yang berakhir dengan perpecahan dan melahirkan partai baru.

    "Jangan sampai aklamasi. Tapi jangan juga vote buying, jadi ahli gizi. Soalnya Golkar di luar kan terdengarnya seperti itu, Munas menjadi kontestasi para pemodal," ujar Siti saat ditemui di bilangan Menteng, Jakarta Pusat pada Ahad, 24 November 2019.

    Kondisi ini diakui oleh salah satu politikus Golkar Indra Bambang Utoyo. Indra menyebut, sudah menjadi rahasia umum bahwa Munas Golkar tak terlepas dari politik uang.

    "Bergantung kuatnya dolar, yang gak punya ya minggir aja. Aku waktu Munas Bali gak pake dolar sedikit pun, cuma dapat 1 suara," ujar Indra kepada Tempo, Jumat lalu.

    Menjelang Munas yang bakal digelar Desember 2019, situasi di Partai Golkar memanas. Kubu Airlangga Hartarto dan kubu Bambang Soesatyo saling tuding ingkar janji menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Golkar Desember. Menurut kubu Airlangga, Bamsoet lah yang mengingkari janji untuk berkomitmen tidak maju sebagai calon ketua umum Golkar setelah ditunjuk menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

    "Kesepakatannya, Pak Bamsoet tidak akan maju menjadi Caketum Partai Golkar jika sudah ditugaskan sebagai Ketua MPR RI. Itu yang harus digarisbawahi," ujar Ace Hasan Syadzily, salah satu tim sukses Airlangga di Munas, saat dihubungi Tempo pada Kamis, 21 November 2019.

    Sementara menurut kubu Bamsoet, Airlangga lah yang tidak memenuhi janji mengakomodir para pendukung Bamsoet dalam susunan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di DPR RI.

    "Ada agreement antara mereka berdua, tapi apa yang terjadi? Persyaratan yang diajukan Bamsoet tidak satu pun yang dilaksanakan," kata Ahmadi Noor Supit saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.