BPJAMSOSTEK Sediakan Program Vokasi Bagi Pekerja Terkena PHK

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif.

    Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif.

    INFO NASIONAL — Data dari BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan ada sekitar 1,7 juta orang menjadi pengangguran atau berhenti bekerja dengan berbagai alasan, salah satunya adalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Ini menjadi fokus yang menarik perhatian BPJAMSOSTEK, yang akhirnya meluncurkan Program Vokasi bagi pekerja yang kehilangan mata pencarian.

    Vokasi atau yang lebih dikenal di masyarakat dengan sebutan pelatihan kerja merupakan upaya pemerintah untuk membentuk sumber daya manusia yang unggul dan tangguh sesuai dengan program kerja Presiden Joko Widodo.

    Sebenarnya, program vokasi juga dilaksanakan oleh berbagai kementerian lembaga lainnya. Namun, BPJAMSOSTEK ditunjuk sebagai salah satu penyelenggara piloting program ini. Hal itu karena BPJAMSOSTEK dinilai relevan dan erat dengan bisnis yang diselenggarakan, yaitu jaminan sosial ketenagakerjaan.

    Dengan adanya Vokasi ini maka para pekerja yang ter-PHK atau sedang menganggur akan diberikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan yang ingin dikembangkan atau telah dimiliki. Diharapkan, hal itu dapat membuka peluang bagi mereka untuk dapat kembali bekerja pada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan jasa ahli.

    Dalam pelaksanaan Vokasi ini, peserta diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang diinginkan sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki. Terdapat beberapa bidang yang dapat menjadi pilihan, seperti pariwisata, digital kreatif, perkebunan, manufaktur, garmen, jasa kemasyarakatan, konstruksi, dan tenaga kesehatan nonmedis.

    “Kehilangan pekerjaan bukan hal menyenangkan bagi pekerja, tapi jangan sampai kehilangan semangat. Kami berikan solusi buat pekerja, menyiapkan pelatihan untuk pekerja dan kelasnya. Bisa diakses di semua BLK, pusat latihan kerja, training centre yang sudah bekerja sama dengan BPJAMSOSTEK dengan tujuan job training, job shifting dan job matching," ujar Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Krishna Syarif, Rabu, 6 Oktober 2019, lalu.

    Saat ini, modul yang tersedia di pelatihan vokasi ini meliputi digital kreatif ( UI/UX dan pembuatan aplikasi), basic manufacture, basic hospitality, sawing, pariwisata, adiminstrasi perkantoran, operator alat berat, operator pesawat angkat angkut (forklift), kerja di ketinggian, kelistrikan, asisten koki, food and baverage, barista, dan desain grafis. Dari data yang dimiliki BPJAMSOSTEK, terdapat 606 perusahaan dan 50 juta peserta individu yang telah menjadi peserta BPJAMSOSTEK, yang diharapkan dapat menyalurkan pekerja ahli kepada perusahaan yang membutuhkan.

    “Dengan data itu, kami harus membentuk ekosistem supaya tiap kebutuhan pekerja di perusahaan bisa menjadi informasi penting bagi tiap individu yang membutuhkan pekerjaan. Baik itu sifatnya magang, hingga kebutuhan pekerja kontrak panjang. Istilahnya job service,” ucap Krishna.

    Untuk dapat mengakomodir informasi mengenai jenis pekerjaan yang dibutuhkan oleh perusahaan, itu akan disediakan oleh BPJAMSOSTEK yang juga bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan. Selain itu, berkolaborasi dengan perusahaan juga dilakukan supaya kebutuhan tenaga kerja dengan jenis pekerjaan bisa diakomodasi oleh BPJAMSOSTEK.

    Dari  target 20 ribu pekerja yang diberikan oleh pemerintah untuk mengikuti vokasi, sejak dimulainya pelatihan pada September 2019 hingga 31 Oktober 2019, peserta vokasi sudah mencapai 250 orang. Dari angka tersebut, hingga awal November 2019 ini telah ada 14 orang yang terserap dan kembali bekerja di wilayah Cikarang dalam bidang manufaktur.

    Dalam tahap awal, pelatihan vokasi dilakukan di Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta. Pada November ini, pelatihan akan diperluas di Lombok, Balikpapan, Tangerang, dan beberapa wilayah lain di Indonesia.

    Ke depannya, pelatihan vokasi ini diharapkan dapat menjadi tempat semua orang yang sudah tidak bekerja tetapi masih memiliki kartu peserta BPJAMSOSTEK, untuk meningkatkan skill. Baik yang akan kembali bekerja di dalam atau luar negeri, atau bagi mereka yang ingin berwirausaha supaya lebih tangguh.

    “Kami imbau kepada pekerja, masih ada masa depan, masih ada harapan. Pemerintah memberikan komitmen dan perhatiannya melalui program vokasi di BPJAMSOSTEK. Mari ikut bergabung dan banyak sekali yang bisa kita mulai,” ujar Krishna.

    Persyaratan untuk mengikuti pelatihan vokasi ini bagi Anda yang tertarik, cukup mudah. Anda pernah menjadi peserta BPJAMSOSTEK, belum memiliki pekerjaan karena di-PHK atau putus kontrak kerja, belum mencairkan JHT, dan usia tidak melebihi 40 tahun, silakan daftarkan diri melalui situs web https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/.

    Keuntungan yang akan didapatkan peserta pelatihan, bukan hanya dapat meningkatkan skill dan info lowongan pekerjaan, tetapi peserta juga akan mendapatkan sertifikat, uang transportasi, dan uang saku selama program pelatihan berlangsung.

    “Selesai ikut vokasi memberikan harapan yang lebih baik, supaya kita bisa membentuk nilai ekonomi, memberikan kehidupan yang lebih baik. Tak hanya untuk bangsa dan negara, tetapi untuk keluarga juga,” kata Krishna. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.