Fadli Zon: Ide Menambah Masa Jabatan Presiden Bahayakan Demokrasi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon ditemui awak media setelah menjenguk dua tersangka makar yaitu Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma di Polda Metro Jaya, Rabu, 29 Mei 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon ditemui awak media setelah menjenguk dua tersangka makar yaitu Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma di Polda Metro Jaya, Rabu, 29 Mei 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, JakartaWakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menilai wacana penambahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode membahayakan demokrasi. Menurut dia, dua periode adalah hasil konvensi dan sudah ideal.

    “Ya saya kira itu wacana yang sangat berbahaya bagi demokrasi kita ya, harus dihentikan lah,” kata Fadli di acara Bedah Buku PKI Dalang dan Pelaku G30S1965 di kantor Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta, Sabtu 23 November 2019.

    Fadli mengatakan masa jabatan dua periode sudah menjadi konvensi dan amanat konstitusi. Sehingga ia rasa tak diperlukan untuk menambahnya menjadi tiga periode.

    Ia pun mengatakan hal itu dapat memicu kontroversi dan kegaduhan yang tak ada gunanya. Justru bisa membuka kotak pandora, di mana orang-orang berpeluang mengomentari hal lain di luar itu.

    “Nanti bisa pertanyaan dasar negara, bisa pertanyaan lagi ini, orang Indonesia asli atau bukan. Jadi menurut saya itu akan membuka semua pertanyaan, orang kan udah bisa meminta yang semacam itu nanti,” kata dia.

    Fadli Zon menyebut membuka pembahasan hal tersebut sekarang ini, dapat memperparah situasi. Karena di sisi lain ekonomi masih kacau, dan ada juga ancaman disintegrasi sosial dan nasional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.