Aminuddin: Staf Khusus Milenial Punya Akses Langsung ke Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi (keempat kiri) bersama staf khusus yang baru dari kalangan milenial ketika diperkenalkan di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis, 21 November 2019. Dari kiri: Andi Taufan Garuda Putra, Ayu Kartika Dewi, Adamas Belva Syah Devara, Billy Gracia Yosaphat Mambrasar, Putri Indahsari Tanjung, Angkie Yudistia dan Aminuddin Ma'ruf. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi (keempat kiri) bersama staf khusus yang baru dari kalangan milenial ketika diperkenalkan di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis, 21 November 2019. Dari kiri: Andi Taufan Garuda Putra, Ayu Kartika Dewi, Adamas Belva Syah Devara, Billy Gracia Yosaphat Mambrasar, Putri Indahsari Tanjung, Angkie Yudistia dan Aminuddin Ma'ruf. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, JakartaStaf Khusus Milenial, Aminuddin Ma'ruf, mengatakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberi kebebasan kepada tim ini untuk tak perlu berkantor di istana.

    "Enggak perlu ngantor, kami tidak ada sekat office hours Senin-Jumat. Khususnya saya, akan lebih banyak berkeliling ke daerah berdiskusi dengan aktivis muda, mahasiswa, untuk mendapatkan input dari mereka," kata Aminuddin pada Sabtu, 23 November 2019.

    Amin mengatakan, para staf khusus ini memiliki tugas menjadi teman diskusi presiden dan menjadi sumber second opinion dalam bidang-bidang yang ditugaskan. Tugas utamanya, memberikan masukan kepada presiden berupa terobosan dan inovasi atas program-program prioritas presiden yang telah ditetapkan dalam visi-misi Kabinet Indonesia Maju.

    Untuk itu, kata Amin, tim ini memiliki akses langsung kepada Presiden Jokowi. "Presiden mengatakan membuka ruang selebar-lebarnya kepada kami untuk setiap saat memberi masukan," ujar dia.

    Amin menyebut, Jokowi juga memberi kebebasan kepada tujuh anggota staf khusus milenial ini untuk tetap menjalankan pekerjaan mereka. "Pak Jokowi tidak ingin kami tercerabut dari akarnya, sehingga yang semula CEO, tetap dapat berkerja sebagai CEO," ujar kader PMII ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.