PKS: Staf Khusus Milenial Menambah Tambun Kabinet Jokowi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi (keempat kiri) bersama staf khusus yang baru dari kalangan milenial ketika diperkenalkan di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis, 21 November 2019. Dari kiri: Andi Taufan Garuda Putra, Ayu Kartika Dewi, Adamas Belva Syah Devara, Billy Gracia Yosaphat Mambrasar, Putri Indahsari Tanjung, Angkie Yudistia dan Aminuddin Ma'ruf. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi (keempat kiri) bersama staf khusus yang baru dari kalangan milenial ketika diperkenalkan di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis, 21 November 2019. Dari kiri: Andi Taufan Garuda Putra, Ayu Kartika Dewi, Adamas Belva Syah Devara, Billy Gracia Yosaphat Mambrasar, Putri Indahsari Tanjung, Angkie Yudistia dan Aminuddin Ma'ruf. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai keberadaan staf khusus milenial dan 14 staf khusus presiden yang baru saja ditunjuk Presiden Joko Widodo atau Jokowi hanya semakin menambah tambun Kabinet Indonesia Maju. "Desain kabinet sudah tambun. Sudah ada Kantor Staf Presiden, Mensesneg, utusan khusus, Wantimpres, ditambah lagi 14 staf khusus milenial," ujar Juru Bicara PKS, Muhammad Kholid dalam sebuah acara diskusi di bilangan Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu, 23 November 2019.

    Menurut Kholid, kondisi kabinet ini tidak sesuai dengan pernyataan Jokowi yang ingin merampingkan kabinet. "Katanya untuk membantu tugas presiden, semua juga membantu. Terlalu banyak yang memberi masukan kepada presiden, apa enggak bikin bingung?"

    Presiden Jokowi baru-baru ini menunjuk tujuh staf khusus milenial dari berbagai latar belakang profesi. Mereka adalah Putri Indahsari Tanjung (CEO dan Founder Creativepreneur), Adamas Belva Syah Devara (Pendiri RuangGuru), Ayu Kartika Dewi (Perumus Gerakan SabangMerauke), Angkie Yudistia (Pendiri Thisable Enterprise, difabel tuna rungu), Gracia Billy Mambrasar (Pemuda asal Papua, penerima beasiswa Kuliah Oxford), Aminuddin Ma’aruf (Mantan ketua Pergerakan Mahasiswa Indonesia) dan Andri Taufan Garuda (CEO Amartha).

    Ketua DPP Gerindra, Hendarsam Marantuko mengatakan, struktur staf khusus milenial ini diperlukan di kabinet untuk bisa menjadi pembisik langsung presiden berdasarkan aspirasi dari arus bawah. Apalagi, staf khusus milenial ini merupakan struktur baru yang sangat dibutuhkan untuk merangkul kaum muda.

    "Mereka ini perlu diakomodir. Selama ini anak muda dikenal alergi politik dan enggan dengan birokrasi yang rumit," ujar salah satu pembicara dalam diskusi ini. Staf khusus milenial ini bisa menjadi jembatan suara milenial kepada presiden.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.