Reuni Akbar 212, Ini Imbauan Moeldoko

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Moeldoko tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Moeldoko tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengimbau agar Reuni Akbar 212 pada 2 Desember 2019 bisa berjalan baik. "Imbauannya saya pikir semuanya berjalan baik saja lah. Kita semuanya sudah menikmati suasana seperti ini," kata Moeldoko di Gedung Krida Bhakti, Jakarta, Jumat, 22 November 2019.

    Moeldoko mengatakan bahwa saat ini situasi sedang kondusif. Sebab, pemerintah melihat tak ada hambatan psikologi maupun fisik yang dihadapi masyarakat. Ia pun berharap tak ada lagi gerakan-gerakan yang muncul.

    "Harapan kita sudah lah, jangan terlalu banyak buat gerakan-gerakan. Toh, kita sudah paham, masyarakat semuanya sudah ingin damai, ingin bekerja dengan tenang," katanya.

    Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama berencana menggelar Reuni Akbar 212. Sekretaris Jenderal GNPF Ulama Edy Mulyadi menyampaikan pesan dari Rizieq Shihab kepada masyarakat untuk memutihkan Jakarta saat reuni itu.

    Selain itu, Edy juga menegaskan seluruh persiapan telah selesai dilakukan. Khususnya masalah perizinan. Ia mengklaim sudah mengantongi izin dari kepolisian dan Gubernur DKI Anies Baswedan.

    Ia pun memastikan acara akan berjalan aman dan damai, meski 2 Desember 2019 jatuh pada hari Senin. Sementara itu, Polri mengaku belum menerima surat pemberitahuan perihal acara Reuni Akbar 212. "Kalau ada surat pemberitahuan ke kepolisian, akan kami analisis. Kami juga memerlukan intelijen," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Argo Yuwono.

    Reuni Akbar 212 digelar setiap tahun. Reuni ini diusung oleh PA 212, forum yang dibentuk untuk menampung orang-orang yang pernah terlibat dalam aksi Bela Islam pada Desember 2016.

    Saat itu, massa turun ke jalan menuntut Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diproses hukum dengan tuntutan penistaan agama lantaran dinilai menghina Al Quran surat Al Maidah ayat 51.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.