Pesan Jokowi ke Prabowo Soal Alutsista: Jangan Orientasi Proyek

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan usai menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 12 November 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan usai menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 12 November 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memerintahkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto agar mengubah pola pikir yang selama ini digunakan dalam setiap pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

    Ia meminta agar tidak lagi orientasinya sekadar penyerapan anggaran. "Jangan lagi orientasinya adalah penyerapan anggaran, apalagi orientasinya sekadar proyek, stop," katanya dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat, 22 November 2019.

    Mantan gubernur DKI Jakarta itu memerintahkan agar orientasi pengadaan alutsista dengan negara lain berupa kerja sama strategis. "Untuk meningkatkan kemandirian dan daya saing bangsa sehingga kita memiliki kemampuan untuk memproduksi alusista yang dikerjasamakan," ujarnya.

    Menurut Jokowi, dalam setiap pengadaan alutsista, terutama yang bekerja sama dengan negara lain, harus memastikan adanya proses alih teknologi. "Kita harus memastikan bahwa SDM industri pertahanan kita betul-betul diperkuat," ucap dia.

    Selain itu, Jokowi menginstruksikan agar dalam Kementerian Pertahanan memiliki peta jalan yang jelas berkaitan dengan pengembangan industri alat pertahanan di dalam negeri. Ia meminta agar Kementerian Pertahanan melibatkan BUMN maupun perusahaan swasta.

    "Sehingga kita bisa mengurangi ketergantungan terhadap impor alutsista dari luar negeri," tuturnya.

    Jokowi menjelaskan dalam pengadaan alutsista juga harus memperhitungkan dan mengantisipasi perkembangan teknologi persenjataan yang sangat cepat. "Jangan sampai pengadaan alutsista kita lakukan dengan teknologi yang sudah usang, sudah ketinggalan, dan tidak sesuai dengan corak peperangan di masa yang akan datang," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.