Soal Undangan Abdul Somad ke KPK, Saut: Waktunya Belum Tepat

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Agus Rahardjo bersama dua Komisioner Laode Muhammad Syarif dan Saut Situmorang, saat mendatangi Gedung Komisi Yudisial, Jakarta Pusat, Rabu, 20 November 2019. Mereka juga didampingi oleh eks Wakil Ketua KPK, Mochammad Jasin (berpeci hitam). Tempo/Egi Adyatama

    Ketua KPK Agus Rahardjo bersama dua Komisioner Laode Muhammad Syarif dan Saut Situmorang, saat mendatangi Gedung Komisi Yudisial, Jakarta Pusat, Rabu, 20 November 2019. Mereka juga didampingi oleh eks Wakil Ketua KPK, Mochammad Jasin (berpeci hitam). Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang mengatakan tak menyalahkan hadirnya penceramah Abdul Somad ke lembaganya. Namun, ia menilai undangan untuk pendakwah yang akrab dipanggil UAS itu dilakukan tidak dalam waktu yang tepat. "Saya tidak mengatakan itu salah atau benar, tapi memang timingnya belum tepat," kata dia di kantornya, Jakarta, Jumat, 22 November 2019.

    Abdul Somad diundang oleh pegawai KPK untuk berceramah pada Selasa, 19 November 2019. Kedatangan Somad ini menjadi polemik karena pimpinan tidak menyetujuinya. Pimpinan KPK berencana memanggil pegawai yang mengundang acara ini untuk diperiksa.

    Saut menuturkan sebenarnya isi ceramah Somad sangat bagus karena membahas tentang integritas. Namun, kata dia, untuk mengundang seorang penceramah, harus seizin pimpinan. "Memang ada persayaratan yang harus dilakukan, paling tidak pimpinan harus tahu."

    Menurut Saut, diundangnya Abdul Somad menjadi masalah karena berpotensi menimbulkan kegaduhan publik. Kegaduhan itu dikhawatirkan muncul mengingat kiprah Abdul Somad dalam Pemilihan Presiden 2019.

    Dalam pemilihan umum, Abdul Somad mendukung calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Kekhawatiran pimpinan mengenai hal ini, kemudian terbukti dengan munculnya komentar sejumlah warganet yang menghubungkan kedatangan Somad dengan Pilpres 2019. "Ada persoalan framing di masa lalu tentang tokoh yang bersangkutan, yang kami anggap bisa menimbulkan noise dan memang nyatanya akhirnya noisy banget," kata Saut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.