Tingkatkan Kompetensi SDM Melalui Tiga Diklat Sekaligus

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto bersama saat acara PPSDM Geominerba menggelar pendidikan dan pelatihan di Bandung, pada Senin (18/11). Pembukaan dilakukan Kepala Sub Bidang Penyelenggaraan Pengembangan SDM Suherman Resmana.

    Foto bersama saat acara PPSDM Geominerba menggelar pendidikan dan pelatihan di Bandung, pada Senin (18/11). Pembukaan dilakukan Kepala Sub Bidang Penyelenggaraan Pengembangan SDM Suherman Resmana.

    INFO NASIONAL — Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba) menggelar tiga pendidikan dan pelatihan sekaligus, pada Senin, 18 November 2019, di Gedung Diklat PPSDM Geominerba, Bandung. Pembukaan dilakukan oleh Kepala Sub Bidang Penyelenggaraan Pengembangan SDM, Suherman Resmana.

    Adapun tiga diklat ini adalah Diklat Analisis Kestabilan Lereng Angkatan II, Diklat Pemenuhan dan Uji Kompetensi bagi Pengawas Operasional Pertama (POP) Angkatan XIII, dan Diklat Implementasi Sistem Keselamatan Pertambangan (SMKP) Angkatan III.

    Diklat Implementasi SMKP dan Diklat Analisis Kestabilan Lereng akan berlangsung selama lima hari (18-22 November 2019). Sedangkan Diklat POP akan berlangsung selama enam hari (18-23 November 2019).

    Peminat ketiga diklat ini cukup banyak, terbukti Diklat POP diikuti 12 peserta, sementara 22 peserta tercatat mengikuti Diklat Implementasi SMKP. Satu diklat lainnya, Analisis Kestabilan Lereng diikuti sebanyak 18 peserta.

    Untuk diklat-diklat ini, PPSDM Geominerba tak hanya mendatangkan widyaiswara saja tetapi para pengajar ini juga didatangkan dari Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara, dan kalangan akademisi seperti Universitas Padjadjaran. Harapannya, sistem pengajaran bisa lebih bervariasi dan peserta juga mendapat kompetensi yang lebih baik lagi. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.