Penculikan 2 Siswa SD di Makassar, Korban Ditukar Beras

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Penculikan Anak. shutterstock.com

    Ilustrasi Penculikan Anak. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Makassar - Dua anak laki-laki siswa sekolah dasar di Makassar, Sulawesi Selatan, diduga menjadi korban penculikan. Kedua korban lalu ditukar dengan beras di sebuah toko di Jalan Buakana, Kecamatan Rappocini.

    Kedua bocah berusia 9 tahun, inisial AP dan RD, tersebut ditukar dengan dua karung beras seberat 25 kilogram di toko barang campuran. 

    “Kedua korban itu diculik untuk ditukar beras,” kata Kepala Kepolisian Sektor Rappocini Komisaris Edhy Supriyadi pada Kamis malam lalu, 21 November 2019.

    Edhy menceritakan bahwa kejadian itu diketahui pada saat pemilik toko barang campuran tadi melapor ke polisi. Anak tersebut ditinggalkan pelaku penculikan begitu saja di tokonya dengan alasan tidak membawa uang untuk membeli beras.

    Maka kedua anak kecil itu dijadikan jaminan pembayaran beras seharga Rp 540 ribu.

    “Sampai sekarang belum diketahui pelakunya, yang jelas dia berkendara roda dua. Anak itu yang dijadikan jaminan."

    Menurut Edhy, ketika itu AP dan RD hendak pulang ke rumah masing-masing. Di tengah jalan mereka dijegat oleh seorang pria yang mengendarai sepeda motor matic.

    Mereka diancam dengan senjata tajam oleh pelaku penculikan agar bersedia diajak pergi. Bahkan, AP dan RD diiming-imingi uang masing-masing Rp 5 ribu plus ayam goreng.

    “Jadi korban takut untuk melarikan diri," ucap Edhy.

    Pelaku penculikan bersama dua anak itu berkendara untuk mencari toko yang mau menerima AP dan RD ditukar dengan beras.

    “Ada sepuluh toko yang sempat disinggahi pelaku.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.