Reuni Akbar 212, Sekjen GNPF: Pesan Habib Rizieq Putihkan Jakarta

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal GNPF Ulama, Edy Mulyadi, melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Badan Reserse Kriminal Polri pada Kamis, 21 November 2019. TEMPO/Andita Rahma

    Sekretaris Jenderal GNPF Ulama, Edy Mulyadi, melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Badan Reserse Kriminal Polri pada Kamis, 21 November 2019. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta-Sekretaris Jenderal Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Edy Mulyadi menyampaikan pesan dari Rizieq Shihab kepada masyarakat untuk memutihkan Jakarta saat Reuni Akbar 212 pada 2 Desember 2019.

    “Habib Rizieq pesan suruh putihkan Jakarta. Tentunya ada pesan yang telah disiapkan untuk nanti,” kata Edy di Gedung Badan Reserse Kriminal Polri pada Kamis, 21 November 2019.

    Selain itu, Edy juga menegaskan bahwa seluruh persiapan telah selesai dilakukan. Khususnya masalah perizinan. Ia mengklaim sudah mengantongi izin dari pihak kepolisian dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

    Ia pun memastikan acara akan berjalan aman dan damai meski 2 Desember 2019 jatuh pada hari Senin. “Tidak masalah. Semua perizinan sudah selesai dan mendapat rekomendasi. Ribuan orang akan datang karena bebarengan dengan Maulid Nabi,” ucap Edy.

    Sementara itu Polri mengaku belum menerima surat pemberitahuan perihal acara Reuni Akbar 212. "Kalau ada surat pemberitahuan ke kepolisian, akan kami analisis. Kami juga memerlukan intelijen," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Argo Yuwono di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis, 21 November 2019.

    Argo menuturkan data intelijen diperlukan untuk merencanakan langkah apa yang akan dilakukan polisi. "Tentu kami tetap berkolaborasi dengan TNI untuk pengamanan, seandainya surat pemberitahuan sudah masuk ke kepolisian," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.