Hinca Usul ke BNN Bikin Gerakan 1.000 Lapo Tuak Sembuhkan Pecandu

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Ahad, 9 September 2018. Partai Demokrat merayakan ulang tahun yang ke-17, bertepatan dengan ulang tahun ke-69 Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Ahad, 9 September 2018. Partai Demokrat merayakan ulang tahun yang ke-17, bertepatan dengan ulang tahun ke-69 Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Hukum DPR RI Fraksi Demokrat, Hinca Panjaitan mengusulkan Badan Narkotika Nasional atau BNN bekerjasama membuat gerakan 1.000 Lapo Tuak menyembuhkan para pencandu narkoba.

    Hinca bercerita, usul itu muncul setelah dirinya mewawancarai 18 orang bekas pecandu narkoba di salah satu daerah pemilihannya di Sumatera Utara III, yakni Kota Siantar. Sebanyak 18 orang itu, ujar dia, bisa melepas candu narkoba dengan meneguk segelas tuak asli Sumatera Utara.

    "Ini mungkin kontroversi, tapi silakan BNN meriset," ujar Hinca saat rapat kerja bersama BNN di Kompleks Parlemen, Senayan pada Kamis, 21 November 2019.

    Tuak adalah minuman tradisional beralkohol, yang dihasilkan dari beragam fermentasi buah-buahan atau tumbuhan. Seperti tuak di Sumatera Utara, di beberapa daerah lain di Indonesia juga ada minuman jenis serupa seperti arak Bali, sopi dari Flores, swansrai dari Papua, dan cap tikus dari Minahasa.

    "Harus dimanfaatkan kearifan lokal ini. Kita harus gerakkan seluruh instrumen untuk melakukan rehabilitasi," ujar Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.