Jokowi Tunjuk Insan Tuli Angkie Yudistia Jadi Juru Bicara

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angkie Yudistia. Instagram

    Angkie Yudistia. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menunjuk tujuh anak muda sebagai staf khususnya. Satu di antaranya adalah penyandang disabilitas tunarungu, Angkie Yudistia. Presiden menugaskan Angkie sebagai juru bicara.

    Jokowi menjelaskan Angkie adalah penyandang disabilitas yang mendirikan Thisable Enterprise dan anggota Asia Pacific Deaf Person. "Mbak Angkie khusus juru bicara bidang sosial. Saya tambahi tugas itu," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 21 November 2019.

    "Nama saya Angkie," kata Angkie saat memperkenalkan diri pada media sambil menggunakan bahasa isyarat.

    Angkie menuturkan merasa bangga bisa dipilih Jokowi sebagai juru bicaranya. Ia mengatakan dengan posisinya ini ia bakal menyuarakan 21 jiwa penyandang disabilitas di Indonesia.

    "Sudah waktunya disabilitas bukan kelompok minoritas tetapi kita dianggap setara," kata Angkie disambut tepuk tangan dari Jokowi.

    Angkie tidak tuli dari lahir. Ia kehilangan pendengarannya saat berumur 10 tahun setelah sebelumnya terkena malaria dan demam tinggi. Sebagai seorang tunarungu, Angkie kerap menjadi sasaran perundungan.

    "Aku kehilangan pendengaran di usia 10 tahun dan sering banget dianggap oleh masyarakat kalau aku sudah tidak bisa apa-apa lagi," ujar Angkie Yudistia di GIA Restaurant, Jakarta Selatan, Selasa 14 Agustus 2018.

    Meski memiliki keterbatasan tidak menyurutkan langkah Angkie dalam menempuh pendidikan. Ia mampu meraih gelar Master Komunikasi dari London School Public Relations.

    Angkie Yudistia pernah pula bekerja di perusahaan-perusahaan besar seperti IBM Indonesia dan Geo Link Nusantara hingga akhirnya memutuskan mendirikan Thisable Enterprise. Langkah Angkie mendapat pekerjaan tidak semudah yang orang kira. Ia berkali-kali mengalami penolakan karena kondisinya itu.

    Pengalaman pribadi Angkie Yudistia yang dulu sering ditolak saat melamar pekerjaan ini lah yang mendorong dia untuk membangun Thisable Enterprise. "Kami susah banget mendapatkan pekerjaan. Padahal semua manusia itu pasti bisa berkontribusi. Kalau tadinya orang disabilitas jalan menunduk, sekarang mereka bisa lebih bangga," ucap dia saat itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.