Angkie Yudistia, Tunarungu Calon Staf Khusus Presiden Jokowi

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angkie Yudistia. Instagram.com/@angkie.yudistia

    Angkie Yudistia. Instagram.com/@angkie.yudistia

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Jokowi bakal mengumumkan 12 anggota Staf Khusus Presiden sore ini, Kamis, 21 November 2019. Salah satunya adalah Angkie Yudistia.

    "Lima nama lama (Staf Khusus Presiden) dan tujuh nama baru. Mengenai nama-nama itu sepenuhnya kewenangan Bapak Presiden," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 21 November 2019.

    Angkie Yudistia tunarungu pendiri Thisable Enterprise, pusat pemberdayaan ekonomi kreatif bagi disabilitas Indonesia.

    "Untuk konfirmasinya besok (hari ini) jam 16.00 Bapak Jokowi yang akan konfirmasi sendiri, ya," kata perempuan itu saat dihubungi Tempo, Rabu, 20 November 2019.

    Angkie tidak tuli dari lahir. Ia kehilangan pendengarannya saat berumur 10 tahun setelah terkena serangan Malaria dan demam tinggi. Sebagai seorang tunarungu, dulu Angkie kerap menjadi sasaran perundungan.

    "Aku kehilangan pendengaran di usia 10 tahun dan sering banget dianggap oleh masyarakat kalau aku sudah tidak bisa apa-apa lagi," ujar Angkie Yudistia di GIA Restaurant, Jakarta Selatan, pada Selasa lalu, 14 Agustus 2018.

    Meski memiliki keterbatasan, Angkie Yudistia mampu meraih gelar Master Komunikasi dari London School Public Relations.

    Dua pernah pula bekerja di perusahaan-perusahaan besar, seperti IBM Indonesia dan Geo Link Nusantara, hingga memutuskan mendirikan Thisable Enterprise.

    Langkah Angkie mendapat pekerjaan tidak semudah yang orang kira. Ia berkali-kali mengalami penolakan karena kondisinya itu.

    Pengalaman pribadi Angkie Yudistia dalam mencari pekerjaan mendorong dia membangun Thisable Enterprise.

    "Kalau tadinya orang disabilitas jalan menunduk, sekarang mereka bisa lebih bangga," ucap Angkie Yudistia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.