Istana: Ada 7 Nama Baru Milenial dalam Staf Khusus Jokowi

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Kabinet Pramono Anung saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    Sekretaris Kabinet Pramono Anung saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kabinet Pramono Anung membenarkan rencana Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang akan mengumumkan para staf khususnya sore ini. Ada 12 nama yang akan diperkenalkan.

    "Lima nama lama dan tujuh nama baru. Mengenai nama-nama itu sepenuhnya kewenangan bapak presiden," kata Pramono di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 21 November 2019.

    Sejumlah nama baru calon staf khusus Jokowi yang beredar antara lain CEO and Founder Creativepreneur, Putri Indahsari atau Putri Tanjung; pendiri Ruang Guru, Adamas Belva Syah Devara; pendiri Amartha, Andi Taufan Garuda Putra, putra Papua, Billy Mambrasar, perumus gerakan Sabang Merauke, Ayu Kartika Dewi; dan pendiri Thisable Enterprise, Angkie Yudistia.

    Sumber Tempo di Istana mengatakan rencana pengumuman staf khusus ini berlangsung pukul 16.00. Hal ini pun dikonfirmasi oleh Angkie. "Untuk konfirmasinya besok (hari ini) jam 16.00 Bapak Jokowi yang akan konfirmasi sendiri, ya," kata Angkie saat dihubungi Tempo, Rabu, 20 November 2019.

    Senada dengan Angkie, Belva enggan menjawab kepastian penunjukannya sebagai staf khusus Jokowi. "Dikonfirmasi dengan Istana saja," kata dia lewat pesan singkat disertai emoji tersenyum.

    Sedangkan Ayu Kartika Dewi menyatakan tidak bisa menjawabnya. "Masih confidential," tuturnya.

    Sementara itu Tempo masih mencoba menghubungi Putri Tanjung. Manager Putri, Danu, masih belum merespon pesan singkat yang dikirimkan.

    Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan, Presiden Jokowi memang akan menempatkan sejumlah tokoh muda sebagai staf khususnya. Ia menjelaskan, Jokowi tidak ingin anak-anak muda yang belum memiliki pengalaman mumpuni di bidang birokrasi dipaksakan menjadi menteri. Alternatifnya adalah dengan menempatkan mereka di posisi staf khusus.

    "Strateginya posisi staf khusus presiden yang tidak terbebani dengan birokrasi," kata Pratikno di Istana Merdeka, 24 Oktober lalu.

    "Kalau kami menemukan anak muda yang pengalaman birokrasinya kuat, ya jalan. Tapi kalau enggak menemukan jangan sampai nanti malah justru men-downgrade dia. Anak muda potensial diberi tugas berat malah tidak perform, kasihan," ucapnya menambahkan.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.