Disebut Banyak Polisi Perutnya Buncit, Ini Kata Humas Mabes Polri

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Polisi Indonesia. Getty Images

    Ilustrasi Polisi Indonesia. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra angkat bicara perihal pernyataan anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Trimedya Panjaitan soal perut buncit anggota polisi.

    Asep mengatakan, fisik yang prima menjadi salah satu keharusan seorang anggota polisi. "Salah satunya itu berat badan. Tentu kalau mau ideal, harus melalui upaya sehat, seperti olahraga," ujar dia di Gedung Badan Reserse Kriminal Polri, Jakarta Selatan, pada Kamis, 21 November 2019. 

    Sebab, dengan fisik yang prima, kata Asep, stamina seorang anggota polisi bisa lebih kuat ketika tengah bertugas. Selain itu, jika anggota polisi terlalu gemuk, kurang sedap dipandang.

    "Kalau polisi terlalu nampak gendut, kan tidak elok dilihatnya, jadi harus betul-betul ideal," kata Asep. 

    Lebih lanjut Asep mengatakan bahwa setiap enam bulan sekali, seluruh anggota kepolisian harus menjalani tes kemampuan fisik. "Itu sudah ada programnya secara reguler," ucap dia.

    Sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat Komisi Hukum DPR dan Polri, Trimedya menyentil soal bentuk tubuh anggota kepolisian yang buncit.

    Dia bahkan meminta Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Inspektur Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengecek bentuk tubuh personelnya sampai ke daerah agar mencontoh Kepala Kepolisian RI Jenderal Idham Azis.

    "Supaya semua jajaran polri bisa niru perutnya saudara Kapolri. Jadi kami usulkan Pak Sigit ini ke daerah juga ngecek bila perlu Kapolrinya badannya seperti ini, lihat kapolda-kapolda, kapolres yang perutnya buncit itu suruh kurusin, jangan cuma soal kemewahan," kata Trimedya pada 20 November 2019. 

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.