Polisi Dilarang Bermewah-mewahan, Komisi III: Toko Bermerk Sepi

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J. Mahesa menyebut penunjukan wakil menteri kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin terkesan dipaksakan dan seperti bagi-bagi kekuasaan, saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 25 Oktober 2019. TEMPO/Putri.

    Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J. Mahesa menyebut penunjukan wakil menteri kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin terkesan dipaksakan dan seperti bagi-bagi kekuasaan, saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 25 Oktober 2019. TEMPO/Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta-Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Desmond J. Mahesa memuji langkah Kapolri Jenderal Idham Azis yang melarang seluruh polisi tidak bergaya hidup mewah atau hedonisme dalam kehidupan sehari-hari.

    Desmond berkelakar, akibat aturan itu, kini toko-toko barang bermerek menjadi sepi. "Toko-toko bermerek sudah sepi, menandakan yang membeli kepolisian juga berarti," ujar Desmond dalam rapat kerja bersama Kapolri di Kompleks Parlemen, Senayan pada Rabu, 20 November 2019.

    Desmond melanjutkan berkelakar, kini istri pejabat polisi bingung menaruh dimana tas-tas mewah mereka. "Pasti ibu-ibu protes, tas-tas mereka mau dikemanain. Kalau bagi bapak-bapak, kan jadi berkah," ujar politikus Gerindra ini.

    Larangan polisi bergaya mewah tertuang dalam surat telegram bernomor ST/30/XI/HUM 3.4/2019/DIVPROPAM tertanggal 15 November 2019. Polisi yang memamerkan gaya hidup mewah di media sosial terancam diberi sanksi berupa kurungan hingga pencopotan jabatan.

    Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Muhammad Iqbal menuturkan, anggota yang melanggar akan diperiksa terlebih dahulu. Jika terbukti, sanksi akan dijatuhkan kepada anggota tersebut.

    "Kalau misalnya terbukti, kami tindak sesuai mekanismenya. Bisa sampai ancaman kurungan, demosi, pencopotan jabatan," ujar Iqbal, Senin lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.