Kalau Ahok Jadi Bos BUMN, Ganjar Pranowo: Mundurlah dari PDIP

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hadir ke acara pemakaman istri Presiden ke 6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, hari ini, Ahad, 2 Juni 2019.

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hadir ke acara pemakaman istri Presiden ke 6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, hari ini, Ahad, 2 Juni 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mundur dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan jika terpilih menjadi petinggi di Badan Usaha Milik Negara seperti Pertamina. Menurut Ganjar, kader partai tidak dapat duduk di BUMN.

    "Mundurlah, kalau orang partai di BUMN kan tidak boleh," kata Ganjar di Rumah Dinas Gubernur Jateng, Puri Gedeh, Rabu 20 November 2019.

    Namun, Ganjar mengaku belum mengetahui kepastian posisi yang bakal diisi mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Kabar Ahok bakal menjadi petinggi BUMN tersebut berhembus setelah dia bertemu Menteri BUMN, Erick Thohir.

    Sebelumnya, Ahok mengaku bersedia jika dipilih dan diminta menjadi petinggi Pertamina. "Kalau ditunjuk, diminta, harus siap dong," kata Ahok sebelum mengisi Workshop Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota di Hotel Grand Arkenso Semarang.

    Ahok juga menanggapi sejumlah penolakan dirinya menjadi petinggi BUMN tersebut. Ahok menganggap penolakan itu hal yang wajar.

    "Hidup ini nggak ada yang bisa setuju seratus persen. Tuhan aja ada yang menentang kok," tutur Ahok. "Kayaknya hidupku ditolak melulu."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.