Kapolri Idham Azis Samakan Kesulitan Kasus Novel dengan Akseyna

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Idham Azis memberikan amanat saat memimpin upacara Pengukuhan Kenaikan Tipologi  di Mapolda Sulawesi Tengah di Palu, Jumat, 15 November 2019. Tipologi Polda Sulteng dari tipe B sejak 1995 ditingkatkan menjadi tipe A untuk menunjang beban kerja, penguatan kapasitas organisasi, peningkatan dukungan sumber daya dan personel. ANTARA

    Kapolri Jenderal Idham Azis memberikan amanat saat memimpin upacara Pengukuhan Kenaikan Tipologi di Mapolda Sulawesi Tengah di Palu, Jumat, 15 November 2019. Tipologi Polda Sulteng dari tipe B sejak 1995 ditingkatkan menjadi tipe A untuk menunjang beban kerja, penguatan kapasitas organisasi, peningkatan dukungan sumber daya dan personel. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Idham Azis mengatakan polisi telah berupaya keras mengungkap kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

    Idham pun memaparkan hal-hal yang sudah institusinya lakukan. "Kami sudah memeriksa 73 saksi, memeriksa dan menganalisa 38 rekaman kamera pengawas, memeriksa 114 toko kimia di sekitar rumah saudara Novel, dan yang lainnya," ujar Idham dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung Nusantara II DPR-MPR Senayan, Jakarta Selatan pada Rabu, 20 November 2019.

    Idham lantas menerangkan bahwa setiap kasus memiliki karasteristik masing-masing. Ia mencontohkan kasus pembunuhan satu keluarga di daerah Pulomas, Jakarta Timur yang pengungkapannya cepat. "Karena ada cctv dan pelaku mampu dikenal," kata Idham.

    Sementara itu, kata Idham, ada juga kasus pembunuhan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Akseyna Ahad Dori yang belum bisa diungkap. Idham mengakui bahwa ini masuk kategori kasus yang sulit diungkap.

    "Meski sudah 28 saksi diperiksa dan barang bukti, sampai 3,5 tahun belum terungkap," kata Idham.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.