Edy Rahmayadi Sebut Bomber Polrestabes Medan Sakit Jiwa

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, saat menggunakan hak pilihnya di TPS 46, Kelurahan Pangkalan Mahsyur, Kecamatan Medan Johor, Medan, Sumatera Utara pada Rabu, 17 April 2019 / Foto : IIL ASKAR MONDZA

    Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, saat menggunakan hak pilihnya di TPS 46, Kelurahan Pangkalan Mahsyur, Kecamatan Medan Johor, Medan, Sumatera Utara pada Rabu, 17 April 2019 / Foto : IIL ASKAR MONDZA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaku bom bunuh diri Polrestabes Medan dituding menganut paham radikal. Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yang diminta komentarnya mengatakan, pelaku punya pemahaman yang salah tentang radikalisme.

    "Pahamnya yang salah, apa itu radikal. Kalau saya meledakkan orang lain, mencederai dan mengorbankan orang lain, saya juga menjadi korban, saya masuk surga? Itu pemahaman yang salah, orang akan seenaknya berbuat seperti itu. Orang sakit jiwa itu," kata Edy di rumah dinasnya pada Selasa, 19 November 2019 sore.

    Edy mengatakan, orang radikal adalah orang yang mempunyai pemahaman berbeda tapi memaksakan kehendak. Adapun teroris, kata Edy, adalah pemahaman orang yang sakit jiwa, bukan radikal.

    "Di mana-mana orang pasti takut mati, dia malah bunuh diri. Itu kan sakit jiwa," katanya lagi.

    Edy Rahmayadi mengatakan untuk mengantisipasi terorisme, sudah ada standar prosedur hingga tingkat Rukun Tetangga. Ia juga mengatakan untuk menghidupkan lagi Siskamling, dan tamu wajib lapor 1x24 jam.

    "Gunanya Babinkamtibmas, gunanya RT-RT dan kepala desa. Berjenjang sampai ke gubernur," tegasnya.

    Ibu Kota Sumatera Utara, Medan dikagetkan dengan ledakan bom bunuh diri di Markas Polrestabes Medan pada Rabu, 13 November 2019. Pelaku bom bunuh diri yang tewas dalam peristiwa itu diketahui bernama Rabbial Muslim Nasution.

    Sejak peristiwa itu, polisi mengejar jaringan teroris. Menurut Kepala Bidang Humas Polisi Daerah Sumatera Utara Komisaris Besar Tatan Dirsan, sudah 30 tersangka teroris yang ditangkap di Sumut dan Aceh.

    Mereka diduga terlibat dalam aksi bom bunuh diri yang dilakukan Rabbial Muslim Nasution alias RMN. Tatan menjelaskan, kemungkinan ada penambahan tersangka lain. Tim gabungan yang terdiri dari Detasemen Khusus 88 dan Kepolisian Daerah Sumut masih melakukan pengembangan. Sementara Mabes Polri menyebut total tersangka yang ditangkap sudah 71 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.