Polisi: Jaringan Teroris Polrestabes Medan Berusia 20-40 Tahun

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Liang lahat kuburan bomber Polrestabes Medan, Rabbial Muslim Nasution. Foto : Sahat Simatupang/Tempo.

    Liang lahat kuburan bomber Polrestabes Medan, Rabbial Muslim Nasution. Foto : Sahat Simatupang/Tempo.

    TEMPO.CO, Medan-Polisi telah menangkap 30 orang terkait bom di markas Polrestabes Medan, Rabu 13 November 2019. Penangkapan dilakukan tim gabungan Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri, Polda Sumatera Utara, Polrestabes Medan dan Polres Belawan dari berbagai tempat di Medan dan Deli Serdang.

    Sebanyak 30  orang itu, menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Utara Komisaris Besar Tatan Dirsan Atmaja, punya peran masing-masing. "Ada yang melakukan perekrutan hingga pendana atau bendahara. Polisi akan mendalami sumber pendanaan." kata Tatan  di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Medan, Selasa 19 November 2019.

    Tatan berujar tiga puluh orang jaringan teroris yang ditangkap itu berusia antara 20 hingga 40 tahun dan seluruhnya laki-laki. Di antara mereka, ucap Tatan, pernah dilatih di Kabupaten Karo.

    Namun Tatan tidak merinci bentuk latihan kepada jaringan pelaku teror di Polrestabes Medan Rabbial Muslim Nasution alias Dedek di Kabupaten Karo. "Di Kabupaten Karo kan ada kuda," kata Tatan.

    Sebelumnya Kepala Kepolisian Daerah Sumut Inspektur Jenderal Agus Andrianto mengigatkan sekolah-sekolah di Sumatera yang mengajarkan latihan berkuda dan memamah. "Untuk apa, ya, berkuda dan memanah itu," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.