Sultan HB X Jelaskan 3 Prinsip Muhammadiyah

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta keluarga menggunakan hak pilihnya di TPS 15, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton Yogyakarta atau di rumah bernama Ndalem Cokronegaran pada Rabu, 17 April 2019. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta keluarga menggunakan hak pilihnya di TPS 15, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton Yogyakarta atau di rumah bernama Ndalem Cokronegaran pada Rabu, 17 April 2019. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Raja Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan bahwa Muhammadiyah menjadi panutan umat karena mampu menjaga tiga hakikat pengetahuan Islam untuk menghadapi perubahan jaman.

    Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut menuturkan, selama 107 tahun bergerak Muhammadiyah konsisten menjalankan tiga tajdid utamanya, yakni bayani, burhani, dan irfani.

    "Ketiga hakikat itu sekaligus menjadi pisau analisa pembaruan Muhammadiyah," ujar Sultan dalam pidato perayaan Milad Muhammadiyah ke-107 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Senin malam, 18 November 2019.

    Menurut dia, Muhammadiyah selalu hadir di masyarakat dengan berbagai cara. Muhammadiyah pun mampu mendinginkan suasana dengan memberikan solusi melalui tafsir ajaran Islam.

    Sultan menilai kemajuan pesat Muhammadiyah sejalan dengan impian pendirinya, KH Ahmad Dahlan.

    Dia berharap dengan tantangan jaman yang kian kompleks para kader muda Muhammadiyah tak terlambat merespons.

    "Jadilah santri yang berkemajuan agar bisa melanjutkan dan menuntaskan gerakan pembaruan seperti cita cita KH Ahmad Dahlan."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.