Milad Muhammadiyah, Haedar Nashir: Tak Henti Membangun Bangsa

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir berpidato saat menghadiri Sarasehan Kebangsaan Pra Tanwir Muhammadiyah di UMM Dome, Malang, Jawa Timur, Kamis 7 Februari 2019. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

    Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir berpidato saat menghadiri Sarasehan Kebangsaan Pra Tanwir Muhammadiyah di UMM Dome, Malang, Jawa Timur, Kamis 7 Februari 2019. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan persyarikatan Muhammadiyah yang menginjak usianya ke-107 harus bisa memacu kemajuan dan tak berhenti membangun bangsa dan negara.

    "Kami berharap bahwa setelah perjalanan 107 tahun ini Muhammadiyah akan tetap bersinar menyinari zaman dan semesta, membawa suara mencerdaskan kehidupan umat bangsa dan kemanusiaan secara universal," ujar Haedar dalam sambutannya dalam acara ulang tahun atau Milad Muhammadiyah ke-107 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Senin petang, 18 November 2019.

    Menurut Haedar, dalam perjalanannya seabad lebih persyarikatan yang dibentuk oleh KH Ahmad Dahlan ini terus berkiprah untuk kemajuan tanpa kenal berhenti.

    Bentuk nyata gerakan itu, ujar Haedar, dengan hadirnya ribuan sekolah, 20 ribu Taman Kanak-kanak Bustanul Athfal, 166 perguruan tinggi Muhammadiyah, dan seluruh amal usaha Muhammadiyah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa itu.

    Haedar mengatakan peringatan milad Muhammadiyah ke-107 bersamaan dengan milad ke-100 TK ABA Aisyiyah mengambil tema "Mencerdaskan Kehidupan Bangsa."

    "Kata cerdas artinya tajam pikiran dan akal budi manusia. Usaha mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya mempertajam akal pikiran dan akal budi manusia tetapi juga kebudayaan dan lingkungan serta sistem di mana manusia itu hidup."

    Dia menjelaskan generasi awal Muhammadiyah mengambil tradisi dan menyebarkan nama Muhammadiyah sebagai pengikut Nabi Muhammad.

    Muhammadiyah ingin menciptakan masyarakat berkepribadian baik dan moderat yang membawa Islam untuk menghadapi perubahan dan kemajuan zaman.

    "Kyai Ahmad Dahlan adalah seorang pembaru yang mampu menangkap tafsir almanar dan mengkontekskan dengan zaman. Dari situlah lahir gerakan pendidikan pelayanan kesehatan sosial gerakan al-ma'un dan hampir banyak program yang dibawa ke ruang publik lewat dakwah dan tajdid, yang membawa pembaharuan dalam kehidupan masyarakat," tutur Haedar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.