Densus 88 Bekuk Sejumlah Terduga Teroris di Solo

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel Gegana Korps Brimob Polri membawa barang saat bersama Tim Densus 88 Mabes Polri menggeledah rumah terduga teroris di Desa Setia Mekar, Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu 16 Oktober 2019. Tim Densus 88 menangkap seorang terduga teroris berinisial A  serta mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya dua buah pemantik  dan buku-buku yang berkaitan dengan jihad. ANTARA FOTO/SEPTIANTO

    Personel Gegana Korps Brimob Polri membawa barang saat bersama Tim Densus 88 Mabes Polri menggeledah rumah terduga teroris di Desa Setia Mekar, Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu 16 Oktober 2019. Tim Densus 88 menangkap seorang terduga teroris berinisial A serta mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya dua buah pemantik dan buku-buku yang berkaitan dengan jihad. ANTARA FOTO/SEPTIANTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Polri membekuk sejumlah terduga teroris di wilayah Solo dan sekitarnya dalam dua hari terakhir. Mereka juga melakukan penggeledahan sebagai tindak lanjut penangkapan tersebut.

    Salah satunya adalah Jamal, warga Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Solo. "Ditangkap Subuh tadi saat hendak ke masjid," kata Ketua RW setempat, Danang Prawironoto, Senin, 18 November 2019.

    Dia mengaku tidak mengetahui keterlibatan Jamal dalam aksi terorisme. Meskipun, Danang sempat diminta oleh polisi untuk ikut menyaksikan proses penggeledahan di rumah tetangganya itu.

    "Ada beberapa buku dan laptop yang disita," kata Danang. Jumlah buku yang disita sekitar enam buah. Salah satunya seperti majalah.

    Menurut danang, selama ini warga menilai bahwa Jamal merupakan sosok yang cukup baik. "Sosialisasi dengan warga cukup baik," katanya.

    Selain di Pajang, Densus 88 juga menangkap warga bernama Frisnomi yang tinggal di sebuah kos yang berada di Kelurahan Kauman, Pasar Kliwon, Kota Solo. "Dia ditangkap saat hendak berangkat kerja," kata warga di sekitar kosnya, Ahmad Syidi Rozaki.

    Menurut Ahmad, Frisnomi bekerja sebagai juru parkir di sebuah toko alat tulis yang berada tidak jauh dari kosnya. Menurutnya, Frisnomi sebenarnya penduduk asli di Kauman, namun telah sebatang kara sehingga memilih tinggal di rumah kos.

    Selain di Kota Solo, Densus 88 juga menangkap pria bernama Imam di rumah kontrakannya di Jatiarum, Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo. "Ditangkap semalam," kata Ketua RT 002 RW 011 Ahmad Sutrisna.

    Menurutnya, Imam diketahui bekerja sebagai seorang pedagang online. Selama ini, pria dengan empat anak itu bersosialisasi dengan cukup baik dengan masyarakat. "Mengontrak di sini baru setahun," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.