Menpan RB Sebut Lulusan IPDN Kejar Pemda DKI Demi Gaji Tinggi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon muda praja melakukan penghormatan saat mengikuti pelantikan muda praja angkatan XXIX di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat, 2 November 2018. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

    Sejumlah calon muda praja melakukan penghormatan saat mengikuti pelantikan muda praja angkatan XXIX di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat, 2 November 2018. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo bercerita soal lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang berlomba mengejar Pemda DKI Jakarta sebagai tujuan tempat bekerja. Menurut Tjahjo, hal itu karena Pemda DKI Jakarta menggaji pegawainya lebih tinggi ketimbang daerah lain.

    “Lulusan IPDN juga semua jadi problem. Maunya alumni IPDN itu masuk DKI semua, karena DKI itu begitu lulus IPDN dapat gajinya Rp 28 juta,” kata Tjahjo dalam raker bersama Komisi II DPR RI, Senin, 18 November 2019.

    Tjahjo mengatakan berbeda dengan di provinsi lainnya yang menggaji pegawai jauh dari angka gaji di DKI. “Maksimum Rp 5 juta,” kata dia.

    Hal tersebut, kata dia, adalah contoh kecil yang akan diserasikan dan termasuk dalam reformasi birokrasi. Berbarengan dengan penghapusan eselon 3 dan 4 untuk mempersingkat rentang komando.

    Menurut Tjahjo, saat ini alur birokrasi cukup panjang dan rumit. Eselon 1 baru dapat bertindak apabila mendapat laporan dari eselon 2, dan 3.

    “Nah ini yang Pak Presiden mau rampingkan,” ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.