Kemenag Berlakukan Buku Agama yang Telah Dirombak Pada Juni 2020

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Fachrul Razi saat rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan pada Kamis, 7 November 2019. Dok. Istimewa

    Menteri Agama Fachrul Razi saat rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan pada Kamis, 7 November 2019. Dok. Istimewa

    TEMPO.CO, JakartaDirektur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan perombakan 155 buku agama Islam akan selesai pada akhir tahun ini. "Desember ini Insya Allah selesai, dipakai Juni 2020 tahun ajaran baru," kata Kamaruddin di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin, 18 November 2019.

    Kamaruddin mengatakan, buku pelajaran agama Islam yang kini beredar dari kelas 1 sekolah dasar hingga kelas 12 sekolah menengah atas dan madrasah akan ditarik. Kemudian digantikan dengan buku yang telah ditulis ulang oleh Kementerian Agama. Ia ingin agar buku pelajaran agama Islam yang baru bisa menjadi perekat sosial.

    "Agama bisa menjadi pembentuk karakter bangsa, karakter keagamaan. Jadi beragama bisa menghargai orang lain, bisa respect terhadap perbedaan agama, budaya, dan seterusnya," katanya.

    Buku pelajaran agama Islam yang baru, kata Kamaruddin, akan membuat materi pemahaman bahwa khilafah tidak relevan dan kontekstual jika diterapkan di Indonesia. Selain itu, materi dalam buku pelajaran agama Islam nantinya tidak hanya memuat tentang ibadah, membentuk kesalehan personal seakan-akan agama hanya salat dan puasa.

    "Itu (muatan ibadah) tetap ada, tapi di samping itu harus diajarkan kepada anak-anak kita bahwa beragama itu buahnya adalah akhlak, mencintai diri sendiri, mencintai agama kita, menghargai orang lain," ujarnya.

    Materi lainnya dalam buku yang ditulis ulang Kementerian Agama adalah muatan tentang nasionalisme. Kamaruddin berharap, nasionalisme juga tumbuh di kalangan pelajar lewat pelajaran agama Islam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.